POSMETRO MEDAN-Aksi premanisme dan begal yang selama ini menghantui warga Belawan mendapat respons keras dari jajaran TNI Angkatan Laut. Dalam operasi terbaru, sedikitnya 21 orang berhasil diamankan oleh personel Koarmada I.
Langkah tegas ini diambil sebagai jawaban langsung atas keresahan masyarakat yang selama ini merasa terancam oleh aksi kejahatan jalanan di wilayah tersebut.
Kadispen Koarmada I, Kolonel Laut (P) Wahyu Kurniawan, menegaskan bahwa penangkapan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Ia memastikan setiap ancaman terhadap keamanan warga akan dihadapi dengan tindakan tegas dan terukur.
"Selama kegiatan, kami sudah mengamankan 21 orang. Rinciannya, 11 orang telah diserahkan ke Polri, 8 orang dikembalikan ke keluarganya karena tidak terbukti, dan 2 orang lagi masih dalam proses pemeriksaan mendalam," ujar Wahyu saat dikonfirmasi, Kamis (23/4/2026) siang.
Meskipun TNI AL melakukan tindakan pengamanan di lapangan, Wahyu menekankan bahwa pihaknya tetap berpegang teguh pada tupoksi dan terus bersinergi dengan pihak kepolisian.
"Kami tetap berkoordinasi dengan Polri untuk urusan keamanan (Kamtibmas), sedangkan kami berada di ranah pertahanan. Sinergi ini penting untuk memastikan stabilitas wilayah," jelasnya.
Lebih lanjut, Kolonel Wahyu menegaskan komitmen Koarmada I untuk menjaga kondusivitas wilayah Belawan. Baginya, kehadiran aparat bukan sekadar penegak hukum, melainkan garda terdepan guna memastikan setiap sudut kota tetap dalam perlindungan negara.
Di akhir keterangannya, pihak TNI AL meminta peran aktif masyarakat untuk tidak segan melapor jika melihat pergerakan yang mencurigakan.