POSMETRO MEDAN, Medan - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi, S.Ag, MM menghadiri Pengukuhan Bunda Inklusi Kabupaten Kota Se Sumatera Utara bertempat di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Senin. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua DWP Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Hj. Triana Santi bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan ini menjadi momentum penting mewujudkan komitmen bersama dalam menciptakan layanan agama dan pendidikan agama yang inklusif Sumatera Utara.
Kakanwil mendukung upaya kolaboratif bersama Dharmawanita untuk memberikan pelayanan Kementerian Agama yang tidak diskriminatif. " Hari ini Ibu Ibu Dharmawanita telah dilantik sebagai bunda inklusi, ini merupakan amanah dan tanggung jawab menghadirkan layanan pendidikan yang setara untuk seluruh lapisan masyarakat. Dharmawanita bekerja sama dengan Madrasah membina anak anak berkebutuhan khusus yang ada di Madrasah", kata Kakanwil
Kepada satuan kerja Madrasah, Qosbi berpesan agar satuan kerja madrasah tidak tebang pilih pada seleksi Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM), jika ada anak yang berkebutuhan khusus, diterima dengan baik, jika sudah bersekolah di madrasah didampingi dengan baik', tambah Kakanwil.
Ketua DWP Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara menyampaikan bahwa pengukuhan hari ini bukan hanya seremonial belaka, namun merupakan langkah nyata menuju peradaban yang lebih adil, manusiawi dan berkeadilan sosial.
" Inklusi bukan hanya tentang membuka akses tetapi membuka hati menghapus stigma, namun menghadirkan ruang yang setara bagi anak bangsa tanpa terkecuali. Peran bunda inklusi menjadi penggerak, pelindung sekaligus inspirasi memastikan bahwa anak anak Istimewa, penyandang disabiltas akan mendapatkan haknya secara utuh khususnya dalam pendidikan maupun layanan keagamaan," kata Qosbi.
Triana Santi menyampaikan bahwa Dharmawanita persatuan memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk mendukung gerakan inklusif. " Dengan dikukuhkannya Bunda Inklusi Kementerian Agama Kabupaten Kota Se Sumatera Utara berarti kita sedang menghadirkan sosok yang bukan hanya memimpin, tetapi memeluk anak anak Istimewa yang merasa sendiri dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik. Kita percaya perubahan besar dimulai dari perilaku tidak mengabaikan sesama", ujarnya.
Ketua DWP Kanwil Kemenagsu mengajak untuk bergerak menunjukkan kepedulian terhadap inklusif dengan memastikan pembentukan dan pendampingan Unit Layanan Disabilitas (ULD) pada Kemenag Kabupaten Kota Se Sumatera Utara. "Melalui layanan ini kita berharap tidak lagi anak Istimewa yang tertinggal karena keterbatasan, tidak lagi ada diskriminasi dalam pelayanan, tidak ada lagi ruang yang menutup kesempatan bagi mereka untuk berkembang, Dharma Wanita Persatuan harus siap bersinergi mendukung program inklusif, Mari kita sama mewujudkan Kementerian Agama yang inklusif, ramah disabiltas dan berkeadilan untuk semua orang", harapnya. (rel)