POSMETRO MEDAN,Medan - Tiga oknum personel Polda Sumut menabrak seorang cewek pejalan kaki bernama Elida Delviana (26) hingga kritis di Kota Medan pada Oktober 2025. Setelah menjalani perawatan yang cukup lama, korban dilaporkan meninggal dunia.
Abang korban, Yogie Tamin mengatakan adiknya meninggal saat menjalani rawat jalan di rumahnya di Jalan Pendidikan, Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (13/5/2026) malam. Adiknya dimakamkan di sekitar rumah pada Kamis (14/5).
"Iya (meninggal) pada malam Kamis," kata Yogie saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (15/5).
Yogie menyebut setelah kecelakaan, korban mengalami kritis karena kondisinya yang sangat parah. Dia menjelaskan 7 rusuk sebelah kanan dan 2 rusuk kiri adiknya patah.
Bahkan, tulang rusuk yang patah itu menusuk paru-paru korban hingga mengalami kebocoran. Selain itu, saraf otak korban rusak dan pembuluh darahnya pecah. Akibatnya, korban harus menjalani operasi.
Dia menyebut adiknya dirawat hampir sebulan di RS Columbia Medan. Setelah itu, korban dipindahkan ke RS Bhayangkara Medan.
Yogie mengatakan adiknya dirawat di RS Polri itu sekitar sebulan. Lalu, korban disarankan untuk pulang dan menjalani rawat jalan pada 12 Januari 2026.
"Disarankan rawat jalan. Kondisinya terbaring gitu. Kalau dibilang siuman, gimana ya, nggak bisa apa-apa. Jadi, dia cuma bisa buka matanya. Di rumah rawat jalan, 2 minggu sekali kontrol ke Bhayangkara," jelasnya.
Yogie mengatakan sesaat sebelum adiknya meninggal, mereka tengah mengadakan kumpul keluarga di rumah Yogie. Sekira jam 21.00 WIB, seluruh kerabat pulang ke rumah masing-masing.
Sekira pukul 21.30 WIB, Yogie keluar sebentar untuk membeli barang. Lalu, tiba-tiba dia ditelepon istrinya agar segera pulang karena korban muntah-muntah