POSMETRO MEDAN, Medan-- Pengurus Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PW Himmah) Sumatera Utara periode 2026-2029 resmi dilantik, Selasa (19/5) di Hotel Le Polonia Medan.
Ketua PW Himmah Sumut, Imransyah Pasai beserta Sekretaris Aldi Satrio, Bendahara BIM Harahap serta jajaran pengurus lainnya langsung dilantik Ketua Umum PP Himmah RI, Abdul Razak Nasution.
Turut hadir dalam pelantikan Wakil Gubernur Sumut, H Surya, Ketua PW Al Washliyah Sumut sekaligus Anggota DPD RI, Dedi Iskandar Batubara serta unsur pengurus lainnya.
Ketua PW Himmah Sumut, Imransyah Pasai, mengatakan dengan kepengurusan baru ini menghadirkan semangat baru dalam mendukung program-program positif pemerintah.
"Tentunya, dengan hadirnya semangat baru setelah dilantiknya kepengurusan Himmah hari ini, kami siap mendukung program-program positif pemerintah. Selain itu, kami juga akan tetap menjadi mitra kritis. Sebagai mahasiswa, kami harus mampu menyikapi isu-isu terbaru, khususnya yang berkembang di Sumatera Utara," kata Imransyah.
Menurutnya, sebagai mahasiswa, tentunya Himmah akan bersikap netral dengan mendukung hal-hal yang positif, termasuk dalam proses pemilihan umum.
"Dukungan kami bukan berdasarkan kepentingan pribadi, melainkan demi kepentingan masyarakat Sumatera Utara. Dalam konteks pemilihan gubernur misalnya, kami akan mendukung pihak yang membawa isu-isu positif dan memiliki komitmen terhadap pembangunan Sumatera Utara," ucapnya.
Himmah Sumut, lanjut Imran, mengkritik pemerintah dengan mengingatkan jika ada kebijakan yang tidak pro dengan masyarakat. "Tentu siap. Himmah selalu aktif menyikapi berbagai isu, baik nasional, lokal, maupun isu-isu di Sumatera Utara. Kami juga sering turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi," ungkapnya.
Usai pelantikan, kata Imran, kegiatan juga diisi dengan diskusi publik bertemakan "Pemilu Rakyat Vs Pemilu DPR, Siapa yang Menang?". Diskusi ini menjadi agenda penting, sebab saat ini masyarakat sedang dihadapkan pada isu pemilu DPR dan pemilu rakyat.
"Karena itu, kami ingin menggodok serta membahas secara mendalam keputusan-keputusan yang nantinya akan diambil. Kami ingin melihat mana yang lebih baik, apakah pemilu DPR atau sistem pemilu rakyat seperti sebelumnya," sebutnya.