POSMETRO MEDAN, Medan- Di sebuah rumah sederhana di Dusun II Desa Lantasan, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, tangis kecil Arisha Zainabba Nasution nyaris tak pernah berhenti.
Bocah perempuan berusia dua tahun itu kini sedang bertarung dengan waktu demi melawan penyakit kebocoran jantung bawaan yang sejak lahir menggerogoti tubuh mungilnya.
Setiap malam, kedua orangtuanya harus berjaga. Bukan sekadar menenangkan anak yang rewel, melainkan memastikan Arisha tetap bisa bernapas.
Tabung oksigen menjadi benda yang nyaris tak pernah jauh dari tempat tidurnya. Anak pasangan Zulfikar Nasution, 32 tahun, dan Rohana Boru Barus, 30 tahun, itu didiagnosis menderita ventricular septal defect (VSD) perimembran inlet-outlet disertai hipertensi pulmonal ringan hingga sedang.
Kondisi tersebut menyebabkan adanya lubang pada sekat jantung yang membuat aliran darah tidak normal dan berdampak pada paru-paru.
Akibat gangguan itu, Arisha kerap mengalami sesak napas, terutama saat tidur malam. Cairan dalam tubuhnya terus menumpuk dan kondisi paru-parunya mulai terdampak serius.
"Selama hampir dua tahun ini kami sudah berupaya untuk pengobatannya dan baru saat ini bisa dibawa ke Jakarta," ujar Zulfikar saat dikonfirmasi, Kamis, (21/5/2026).
Perjuangan keluarga kecil itu tidak mudah. Zulfikar hanya bekerja sebagai buruh harian lepas di sebuah pabrik sabun di kawasan Patumbak dengan penghasilan setara upah minimum.
Sementara sang istri memilih fokus merawat Arisha yang membutuhkan pengawasan penuh hampir selama 24 jam.
Tak hanya bergantung pada oksigen, Arisha juga harus menggunakan selang nasogastric tube (NGT) untuk menyalurkan susu nutrisi khusus ke tubuhnya.