POSMETRO MEDAN,Medan-Sidang dugaan korupsi alih fungsi dan kerja sama lahan milik PTPN II dengan pengembang Ciputra Group, di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (20/5/2026), berlangsung emosional.
Mantan Direktur PTPN II, Irwan Perangin-angin, tak kuasa menahan tangis ketika membacakan nota pembelaan atau pledoi di hadapan majelis hakim.
Dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, M Kasim, Irwan menyampaikan bahwa dirinya hanyalah pejabat BUMN yang menjalankan keputusan perusahaan sesuai mekanisme organisasi.
Berdiri sambil memegang lembaran pledoi, suaranya beberapa kali bergetar ketika mengungkap perjalanan kariernya selama lebih dari tiga dekade di lingkungan perkebunan negara.
"Saya mengabdi selama 33 tahun dari pegawai bawah hingga dipercaya menjadi direktur. Apa yang saya alami hari ini semoga tidak dialami orang lain," ujar Irwan, dengan mata berkaca-kaca di ruang sidang.
Suasana sidang mendadak hening ketika Irwan mulai terisak saat menjelaskan proses kerja sama antara PTPN dengan PT Nusa Dua Propertindo (NDP) hingga proyek bersama Ciputra Land melalui anak usaha PT DMKR.
Menurutnya, seluruh tahapan kerja sama dilakukan melalui proses administrasi panjang dan mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku.
Ia juga membantah tuduhan menikmati keuntungan pribadi dari proyek tersebut. Di depan majelis hakim, Irwan mempertanyakan dasar tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
"Apakah ada bukti saya bertindak di luar sistem? Apakah ada saksi yang menyebut saya menerima keuntungan pribadi? Saya hanya menjalankan keputusan organisasi," katanya sambil menyeka air mata.
Melihat kondisi terdakwa yang mulai emosional, hakim kemudian meminta Irwan menenangkan diri.