POSMETRO MEDAN, Medan- Penikmat kopi di Kopijon mengadakan nonton bareng (nobar) film dokumenter bertajuk Pesta Babi di Komplek Tasbih 2, kecamatan Medan Sunggal, Jumat (22/5/2026) sore.
Puluhan warga dari sejumlah komunitas hadir meramaikan acara nonton dan diskusi itu.
Tak hanya pekerja dan mahasiswa yang penasaran dengan film dokumenter karya Dandhy Laksono, bahkan siswa juga sangat antusias.
Seorang penonton yang enggan namanya disebut mengatakan miris setelah melihat apa yang ditayangkan. Dia mengaku sebagai aparatur sipil negara (ASN) tak mampu berbuat banyak.
"Kami hanya mengikuti perintah atasan. Kami tak bisa banyak melakukan dan tak bisa banyak bicara. Kami titipkan negara ini kepada para jurnalis dan aktivis yang masih peduli. Perbanyaklah karya-karya serupa, agar banyak mata yang tahu bobroknya negeri ini atas nama pembangunan," katanya.
Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia, Khairiah Lubis saat sesi diskusi mengaku sedih menyaksikan kenyataan yang ditampilkan melalui Pesta Babi. Dengan alasan proyek strategis nasional (PSN) pemerintah sengaja turunkan aparat dan berhadapan dengan rakyat adat di sana.
"Saya menyaksikan karya Dandhy sejak sexy killer, dirty vote hingga Pesta Babi. Dandhy menunjukkan hasil karya jurnalistik investigasi. Melalui karyanya saya menyaksikan betapa kasihan dan terang-terangan tanah Papua digarap pemerintah, " ujar Khairiah.