POSMETRO MEDAN,Medan -- Sungguh malang nasib suami istri Argenius Manurung (56) istrinya Br. Hutagalung. Psalnya, rumah tempat tinggal mereka, di Jalan Mongonsidi III, Kelurahan Anggrung, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan dihancurkan hingga rata dengan tanah.
Selain itu, barang-barang berharga juga sebagian hilang dan dirusak diduga para preman yang berjumlah sekitar 30 orang. Pengrusakan rumah tersebut berlangsung sejak Kamis 21 Mei 2026 lalu hingga saat ini.
Korban, Argenius Manurung (56) didampingi istrinya Br. Hutagalung usai memberikan keterangan (BAP) ke penyidik Unit Reskrim Polrestabes Medan, Selasa (26/5/2026) siang kepada wartawan mengatakan, dalang dalam peristiwa tragis pengrusakanrumahnya itu diduga wanita berinisial HHS dan EL.
"Hari ini saya datang ke Polrestabes Medan untuk menanyakan tindak lanjut proses laporan itu. Saya sudah di BAP penyidik pembantu Unit Harda (Harta Benda) Polrestabes Medan, dan saya sudah menerangkan semua peristiwa pengrusakanrumah kami serta menunjukkan bukti video pengrusakan itu," ungkap Argenius.
Argenius yang saat ini menderita stroke berharap mendapatkan keadilan hukum yang pasti atas peristiwa tragis pengrusakanrumah tersebut.
"Semoga keadilan segera terwujud kepada kami, dan hak kami yang sudah dirampas segera kembali," harapnya.
Hal senada juga disampaikan istrinya Br. Hutagalung bahwa peristiwa itu bukan hanya sekedar pengrusakan melainkan ingin merampas (menguasai) rumah tersebut.
"Mereka (terlapor) ingin merampas dan menguasai rumah kami itu. Putusan Pengadilan Negeri Medan sudah inkrah bahwa kepemilikan keluarga kami," ujarnya.
"Tolong kami Pak Kapolda Sumut, Kapolrestabes Medan, lindungi kami Pak, berikan keadilan kepada kami. Kami korban Pak. Keponakan kami saat ini mengungsi, tidak bisa sekolah karena barang-barang semua dihancuri. Tangkap semua para pelakunya Pak. Sampai saat ini masih berlangsung pengrusakanrumah kami Pak. Kami takut dan terancam Pak," pintanya berlinang air mata.
Sementara itu, Lurah Anggrung Ramadhoni Hasibuan saat dikonfirmasi wartawan via seluler, Selasa (26/5/2026) saat berada dilokasi dan menyaksikan pengerusakan itu berlangsung mengatakan, bahwa pihaknya mendapat informasi dari kepala lingkungan (kepling) dan sebelumnya tidak mengetahui adanya peristiwa tersebut.