POSMETRO MEDAN,Belawan – Operasi pencarian terhadap dua nelayan yang hilang akibat tenggelamnya KM Mitra Jaya GT 27 No. 380/PP2T terus dilakukan tim SAR gabungan.
Hingga Jumat (5/6/2026), personel Pos TNI AL (Posal) Sei Berombang Lanal Tanjung Balai Asahan bersama Basarnas Tanjung Balai, Polairud, KPLP, serta nelayan setempat masih melakukan penyisiran di Perairan Tanjung Api, Sumatera Utara.
Dua korban yang hingga kini belum ditemukan masing-masing bernama Kahwi (60) selaku nahkoda kapal dan Jamil, yang merupakan anak buah kapal (ABK). Tenggelamnya kapal tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban yang masih menunggu kabar dari laut.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, KM Mitra Jaya mengalami kebocoran pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 19.00 WIB di koordinat 02°52'20,1126" LU dan 99°58'00,99192" BT.
Para awak kapal sempat berupaya menyelamatkan kapal dengan menggunakan pompa Alkon, namun derasnya air yang masuk membuat kapal tidak dapat dipertahankan.
"Sudah diusahakan pakai pompa Alkon, tapi tidak mampu. Dalam waktu sekitar 15 menit kapal langsung karam," ujar Mul, salah seorang ABK yang berhasil selamat.
Dari total 23 awak kapal, sebanyak 21 orang berhasil menyelamatkan diri dan telah kembali ke rumah masing-masing.
Pada hari kedua pencarian, Kamis (4/6/2026), Patkamla RHIB 02 Posal Sei Berombang bergerak menuju lokasi kejadian sejak pukul 08.52 WIB untuk melaksanakan operasi SAR bersama tim Basarnas Tanjung Balai Asahan.
Pencarian berlangsung hingga pukul 17.00 WIB, namun kedua korban belum berhasil ditemukan sehingga operasi dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali pada hari berikutnya.
Hingga saat ini, unsur gabungan TNI AL, Basarnas, serta aparat maritim terkait terus berupaya maksimal melakukan pencarian. Tim berharap kedua nelayan yang hilang dapat segera ditemukan agar keluarga memperoleh kepastian atas nasib para korban. (Dispen Koarmada I/)