Posmetro Medan, Karo -Pelayanan kesehatan di Puskesmas Payung, Kabupaten Karo, kembali menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah persoalan mendasar yang seharusnya menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan justru diduga tidak tersedia dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Kondisi tersebut mencuat setelah keluarga Barselona Sembiring mengalami kesulitan saat menangani anggota keluarganya yang meninggal dunia pada Rabu (3/6/2026) malam.
Kepada Posmetro Medan, Jumat (5/6/2026), Barselona Sembiring menceritakan bahwa salah satu anggota keluarganya tiba-tiba jatuh di sebuah warung kopi di Desa Gurukinayan sekitar pukul 23.30 WIB.
"Saya panik dan langsung membawa keluarga saya ke Puskesmas Payung dibantu saudara yang ada di lokasi," ujar Sembiring melalui pesan suara.
Namun setibanya di Puskesmas Payung, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Persoalan kemudian muncul ketika pihak keluarga meminta formalin untuk penanganan jenazah.
"Kami minta formalin, tetapi petugas mengatakan formalin tidak tersedia di puskesmas. Kami kemudian mencari ke beberapa bidan desa, namun juga tidak mendapatkannya," ungkapnya.
Menurut Sembiring, petugas puskesmas sempat menghubungi rumah sakit umum untuk mencari ketersediaan formalin. Namun hasilnya nihil. Formalin akhirnya diketahui tersedia di Rumah Sakit Efarina.
Ironisnya, saat keluarga berharap bantuan ambulans untuk mengambil formalin tersebut, mereka justru mendapat informasi bahwa ambulans Puskesmas Payung sedang rusak.
"Katanya ambulans rusak. Akhirnya kami terpaksa meminjam mobil pribadi untuk mengambil formalin ke Rumah Sakit Efarina," katanya.
Peristiwa ini memunculkan pertanyaan serius mengenai kesiapan fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ketiadaan formalin serta tidak berfungsinya ambulans dinilai sebagai persoalan mendasar yang dapat menghambat pelayanan, terutama dalam situasi darurat.