POSMETRO MEDAN,Aceh Besar - Tangan terduga pencuri di Desa Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, BT (52) terputus usai sempat berduel dengan pemilik rumah. BT berusaha menyerang korban dengan pisau, namun ditangkis menggunakan parang.
Kapolsek Baitussalam, Iptu Riyan Asriyadi mengatakan, kejadian bermula saat BT dan seorang pelaku lainnya masuk ke pekarangan rumah milik Jafaruddin pada Sabtu (13/6) sekitar pukul 03.35 WIB. Jafar disebut curiga dengan suara di belakang rumahnya sehingga mengintip lewat jendela.
Saat itu terlihat dua orang yang tidak dikenalnya tengah mencuri tabung LPG dan motor. Pelaku disebut berusaha melarikan diri dengan melompat pagar setelah mengetahui aksinya ketahuan korban.
Korban mengejar pelaku sambil meneriaki maling. Warga yang mendengar teriakan keluar rumah masing-masing untuk membantu mengejar pelaku yang membawa pisau.
BT disebut sempat berusaha menyerang warga bernama Zulfian dengan pisau namun ditangkis menggunakan kayu. Zulfian memilih mundur.
Riyan menjelaskan, dalam aksi itu Jafaruddin meminta terduga pelaku untuk membuang pisau di tangannya. Namun pelaku tidak menghiraukannya.
"Jafaruddin diserang oleh terduga pelaku menggunakan pisau dan mencoba menangkis dengan sebilah parang yang diambilnya dari pepohonan. Saat menangkis serangan, secara reflek tangkisannya mengenai tangan terduga pelaku sehingga mengalami luka di kegelapan malam hari. Jafar mengetahui pergelangan tangan terduga pelaku terputus karena merintih kesakitan," jelas Riyan dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).
Usai kejadian, kasus itu dilaporkan ke Polsek Baitussalam dan korban dilarikan ke RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh menggunakan mobil patroli. Untuk diketahui, Polsek Baitussalam masuk dalam wilayah hukum Polresta Banda Aceh.
Riyan menjelaskan pihaknya berkomitmen menangani kasus pencurian disertai dengan pengancaman yang terjadi di Desa Kajhu.
"Polsek Baitussalam berkomitmen menindaklanjuti kasus pencurian disertai dengan pengancaman yang mengakibatkan yang diduga pelaku pergelangan tangan putus akibat senjata tajam dari tangan masyarakat," ujarnya. (detikSumut)