POSMETRO MEDAN,Medan - Peristiwa penganiayaan sadis menggunakan senjata tajam yang diduga dilakukan RA dan S terhadap abang beradik bernama Chairil Anuar Hasibuan dan Chairika Hasibuan masih dalam pengusutan polisi.
Menurut keterangan korban Chairika Hasibuan, kronologis kejadiannya bermula saat dirinya mendapat telepon dari S dan mengajaknya nongkrong di tanah lapang bola kaki Pasar V Marelan, tepatnya di depan Kantor Koramil.
Lalu, kata korban, dia menjawab bersedia datang ke lokasi yang dijanjikan. "Sedikitpun saya tidak ada merasa curiga kalau saya akan dianiaya sekeji ini oleh teman saya sendiri," ujar Chairika kepada wartawan.
Lalu korban menghubungi kawannya, Imam, Afiz, Dini dan Elsa Tarisa mengajak untuk ikut gabung nongkrong santai di lapangan bola kaki Pasar V Marelan.
Saat korban mau pergi keluar dari rumah sekitar pukul 11, 00 WIB malam, korban sempat dilarang sama orangtuanya Chairuddin Hasibuan pergi. Namun korban berkeras juga mau pergi.
Saat itu abang korban, Chairil Anuar Hasibuan datang. Chairika Hasibuan bilang," Kalau memang mau pergi juga Abang kawal."
Lalu korban Chairika dan Chairil berangkat bersama 5 orang temannya dengan menggunakan mobil ke tempat yang sudah dijanjikan pelaku S.
Sesampainya di lokasi mereka pun duduk. Tiba-tiba seseorang datang menyerang korban Chairika lalu Chairil. Abang beradik ini berusaha membela,.namun tidak disangka pelaku RA menggunakan senjata tajam dan menikam serta membeset mereka hingga terluka parah.
"Kami menjerit minta tolong pada orang orang yang ada di sekitar lokasi, namun tidak ada yang berani menolong karena pelaku RA membawa senjata tajam," katanya.
"Kami sempat diisukan kena begal. Itu tidak benar," kata korban.