POSMETRO MEDAN- Suasana tenang di Kampung Ciparang, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mendadak berubah menjadi kepanikan setelah terjadi ledakan yang diduga berasal dari mortir, pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Peristiwa tersebut merenggut nyawa tiga warga setempat.
Ketiga korban diketahui bernama Ade (21), Suhri (40), dan Rodiana (40) yang merupakan warga RT 04/RW 07 Kampung Ciparang.
Dua korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan satu korban lainnya sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia.
Salah seorang saksi mata, Dadang Suhendar (43)dalam sebuah postingan anonim Facebook @Cimahi Kita yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Sabtu 11 Juli 2026 mengatakan dirinya sedang berada di depan rumah ketika mendengar suara ledakan yang sangat keras.
Awalnya ia mengira dentuman tersebut berasal dari aktivitas latihan di Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) Cipatat karena lokasi kampungnya berdekatan dengan kawasan latihan militer.
"Posisi saya sedang di depan rumah sekitar pukul 10.30 WIB, tiba-tiba terdengar ledakan. Saya kira berasal dari latihan TNI di Pusdikif Cipatat, tapi suaranya terasa berbeda karena lokasinya sangat dekat. Ternyata sumbernya dari pemukiman warga," kata Dadang.
Merasa ada yang tidak biasa, Dadang langsung berlari menuju sumber ledakan. Setibanya di lokasi, ia melihat warga sudah berkerumun dan sejumlah ibu-ibu meminta bantuannya untuk menolong para korban.
"Saya lihat ada tiga korban terluka. Saat saya datang kondisinya masih hidup, tapi sudah kritis. Tubuh mereka dipenuhi luka akibat ledakan. Dua korban posisinya terlentang, satu lagi dalam posisi duduk. Ketika hendak ditolong, dua orang sudah meninggal dunia," ujarnya.
Dadang mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab ledakan itu. Namun dia menduga ledakan berasal dari mortir aktif.***