POSMETRO MEDAN, Asahan-- Jumiati (69), warga Dusun 8, Desa Meranti, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara ditemukan tewas dengan kondisi terbakar di dalam rumahnya, Rabu (22/7/2026) pukul 07.00 pagi.
Peristiwa itu pertama kali diketahui Hartati, adik kandung korban. Hartati hendak mengantar makanan ke korban yang biasa setiap pagi dilakukannya. Namun saat itu pintu rumah korban masih tertutup.
"Setiap pagi saya antar makanan untuk almarhum, biasa almarhum sudah di depan rumah, namun hari ini berbeda rumah almarhum masih tertutup, " kata Hartati.
Merasa curiga Hartati memangil tetangga untuk membuka pintu, dan melihat korban dalam kondisi sudah terbakar. Tubuh korban ditemukan tinggal kerangka.
Hartati mengungkapkan, kakaknya ini tinggal sendiri di rumah sementara korban sendiri tidak bisa berjalan.
Sementara keterangan adik korban lainya yang bernama Nasep diketahui, korban meninggal diduga terbakar dipicu dari obat anti nyamuk yang terkena sarung dan langsung membakar kasur korban.
"Diduga sarung korban terkena obat nyamuk dan mengenai tilam tempat tidur almarhum, mungkin karena almarhum terhisap asap dan pingsan, hingga ketika tubuhnya terbakar tidak ada reaksi dan kami tidak mendengar ada suara teriakan almarhum," jelas Nasep.
Kanit Reskrim Polsek Kota Kisaran, Ipda Supangat saat dikonfirmasi wartawan di lokasi membenarkan korban meninggal karena terbakar dan masih dalam penyelidikan.
"Di temukan seorang perempuan di dalam rumahnya meninggal dunia karena terbakar, dari keterangan keluarga korban, pertama kali korban biasanya sudah berada di depan rumah namun hari ini korban tidak terlihat. Merasa curiga adik korban dibantu tetangga membuka pintu dan melihat korban sudah terbakar, " ucap Ipda Supangat.
Pihak keluarga iklas atas kejadian ini dan minta tidak di lakukan otopsi. (TaslabNews)