POSMETRO MEDAN,Kumamoto– Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang selatan, pada Selasa (28 Juli 2026) sore waktu setempat.
Gempa yang berpusat sekitar 20 km selatan Kota Kumamoto ini menyebabkan setidaknya 13 orang tewas, puluhan luka-luka, dan kerusakan signifikan pada bangunan serta infrastruktur. Pemerintah Jepang masih mengerahkan seluruh sumber daya untuk menyelamatkan korban yang terjebak.
Gempa terjadi sekitar pukul 16:27 waktu setempat dan tercatat mencapai intensitas maksimum 7 pada skala seismik Jepang di beberapa wilayah, termasuk Uki City dan sekitarnya.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) sempat mengeluarkan peringatan tsunami dengan ketinggian maksimal 1 meter untuk pesisir Laut Ariake dan Yatsushiro, meski akhirnya tidak ada tsunami besar yang terjadi.
Insiden paling parah terjadi di Aeon Mall Kumamoto. Sekitar 90 menit setelah gempa, ledakan diduga akibat kebocoran gas menghancurkan sebagian lantai dua mal.
Pelanggan berhasil dievakuasi, tetapi puluhan karyawan terjebak di dalam reruntuhan. Tim penyelamat berhasil menarik delapan orang, di antaranya dua perempuan berusia 20-an yang ditemukan tewas, sementara satu orang lainnya dalam kondisi henti jantung paru. Lima orang lainnya mengalami luka tapi tidak mengancam jiwa.
Korban tewas lainnya dilaporkan akibat runtuhnya bangunan dan cerobong asap pabrik Nippon Paper Industries di Yatsushiro, di mana beberapa orang masih dinyatakan hilang.
Rumah sakit di wilayah terdampak melaporkan puluhan hingga puluhan korban luka, termasuk yang kondisinya serius. Lebih dari 9.000 orang mengungsi ke pusat-pusat evakuasi akibat listrik padam yang melanda puluhan ribu rumah tangga.
Kerusakan infrastruktur meliputi:
Retak dan rusaknya jalan raya utama.