POSMETRO MEDAN,Medan- Wanita berinisial W, sempat mengungkapkan kata terakhir, sebelum mengakhiri hidupnya dengan menembak kepalanya sendiri menggunakan senjata api (senpi) alias pistol jenis revolver, di rumah keluarga mantan suaminya, Brigadir I, di Kota Medan.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Calvijn Simanjuntak menyampaikan, peristiwa tragis tersebut terjadi saat korban, anaknya yang berinisial M (9), dan Brigadir I berada dalam satu kamar yang sama.
Kejadian bermula ketika Brigadir I sempat keluar kamar sejenak. Saat kembali, dia menanyakan keberadaan W kepada anaknya. Namun, Brigadir I mendapati tas miliknya sudah dalam keadaan terbuka dan senjata api jenis revolver di dalamnya telah hilang.
"Setelah itu, saksi I melihat tasnya sudah terbuka. Di dalamnya ada senjata api (yang sudah hilang," ujar Calvijn, saat memberikan keterangan pers di Polrestabes Medan, Selasa (4/8/2026).
Mengetahui korban berada di dalam kamar mandi, Brigadir I segera berupaya membujuk dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dari luar pintu.
"Terjadilah komunikasi yang sifatnya pencegahan dengan mengatakan jangan melakukan hal-hal yang tak layak. Karena saksi I tahu persis kondisi korban," jelas Calvijn.
Anak korban berinisial M juga berulang kali mengetuk pintu kamar mandi, tetapi tidak mendapat respons. Hingga akhirnya, terdengar rintihan terakhir dari balik pintu sebelum terdengar suara letusan senjata api.
"Terakhir ada ucapan dari korban, 'maafkan saya'. Setelah ucapan itu, dari dalam kamar mandi terdengar suara letusan satu kali," kata Calvijn. (DAM)