POSMETRO MEDAN,Medan - Polisi menyebut wanita berinisial WL (30), seorang mantan istri anggota polisi di Medan diduga tewas karena bunuh diri menggunakan senjata api (senpi). Namun, keluarga tak percaya dengan hal itu dan menduga korban tewas karena dianiaya.
"Sebenarnya ini bukan penembakan diri sendiri, ini hasil dianiaya," kata ayah korban, Sanalui Gowasa (56) saat diwawancarai wartawan di rumah duka di Kota Medan, Rabu (5/8/2026).
Sanalui mengatakan pihak keluarga merasa ada kejanggalan atas kematian korban. Sebab, keluarga menemukan bekas lebam-lebam tak wajar di tubuh korban. Ayah korban menyebut ada bekas seperti cekikan di leher hingga mata lebam.
"Banyak kejanggalan. Dari hasil kita lihat, di sana ada (bekas) pencekikan leher dan mata lebam. semua badannya agak kebiru-biruan. Seperti apa yang diberitakan selama ini bahwa anak itu (korban) bunuh diri, merampas paksa pistol suaminya. Itu tidak benar," ujarnya.
Pihak keluarga mengaku tidak percaya dengan keterangan pihak kepolisian yang menyebutkan bahwa korban bunuh diri menggunakan pistol revolver itu.
Apalagi sejauh ini, keluarga belum menerima hasil autopsi jasad korban. Bahkan, kata Sanalui, pihak keluarga tidak dimintai izin saat akan mengautopsi jasad korban.
"Kita tidak percaya (bunuh diri). Makanya tadi kita menunggu hasil dari autopsi karena orang itu melakukan autopsi, kami tidak dilibatkan. Nggak ada pemberitahuan sama kami," jelasnya.
Adik korban, Ica mengatakan bahwa pihak keluarga juga melihat ada sejumlah memar di tubuh korban. Misalnya, memar di bagian mata, bekas goresan di lutut, lebam di bagian kaki dan jari tangan serta di dekat pusar.
"Terus jari-jarinya sudah biru, tapi ada yang biru, ada yang tidak biru," jelasnya.
Selain itu, Ica menyebut ada bekas luka yang di jahit di bawah dagu. Sepengetahuannya, luka itu bukanlah bekas autopsi.