POSMETRO MEDAN- Menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, situasi keamanan di Wamena, Papua Pegunungan, kembali memanas.
Kelompok bersenjata dari faksi KOMNAS TPNPB mengklaim siap perang di Kota Wamena dan mengancam warga serta pelajar yang mengikuti upacara kemerdekaan.
Ancaman ini disampaikan melalui siaran pers berbahasa Inggris yang beredar Minggu (9/8/2026).
Pernyataan itu dikaitkan dengan Mayor Ebarowak Gwijangge yang mendaku sebagai Komandan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma Batalyon Albu.
"Kami siap perang di Kota Wamena. Silakan perayaan HUT ke-81 RI di Jakarta, bukan di Papua," tegas Ebarowak.
Dia meminta masyarakat dan pejabat Papua tidak menggelar upacara HUT RI di Kota Wamena.
Ebarowak juga menyarankan pihak yang disebutnya sebagai agen pemerintah dan lembaga intelijen Indonesia merayakan kemerdekaan bersama Presiden Prabowo Subianto di Jakarta.
"Agen pemerintah kolonial Indonesia dan lembaga intelijennya disarankan menggelar upacara bersama Prabowo Subianto di Jakarta," ujarnya.
Ancaman kemudian diarahkan kepada warga sipil, termasuk pelajar yang mengikuti upacara.
"Jika kami menemukan warga Papua dan anak-anak sekolah berpartisipasi dalam upacara-upacara tersebut di Kota Wamena atau kabupaten lain di Papua, kami siap menembak mati mereka kapan saja dan di mana saja," kata Ebarowak--seperti dikutip dari sebuah postingan anonim facebook @Melihat Indonesia yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Kamis 13 Agustus 2026