POSMETRO MEDAN- Dana desa diduga jadi pemicu ratusan warga membakar tujuh kantor pemerintahan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Selasa (11/8/2026) malam.
Menurut Kapolres Puncak AKBP Domingos Ximenes,--seperti dikutip dari sebuah postingan anonim facebook @DaNury Rutchiatz yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Kamis 13 Agustus 2026-- massa awalnya mendatangi Bank Papua untuk menerima penyaluran dana desa. Massa disebut mulai berkumpul sekitar pukul 11.36 WIT.
"Awalnya massa datang untuk menerima penyaluran dana desa sekitar pukul 11.36 WIT di Bank Papua," kata Domingos saat dikonfirmasi.
Namun hingga sekitar pukul 17.40 WIT, dana desa yang ditunggu disebut belum diterima. Massa kemudian bergerak menuju Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK).
Di lokasi tersebut, Bupati Puncak Elvis Tabuni sempat menemui dan berdialog dengan massa. Namun, massa disebut tidak puas dengan hasil dialog tersebut.
"Massa kemudian melakukan pembakaran terhadap Kantor PMK," ujar Domingos.
Aksi selanjutnya meluas ke sejumlah kantor pemerintahan lainnya. Total tujuh kantor dilaporkan menjadi sasaran pembakaran.
Kantor PMK, Kantor Bupati Puncak, Kantor DPRD, Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kantor Kesbangpol, Kantor Dinas Sosial, serta Kantor Keuangan.
Selain kantor pemerintahan, satu unit kendaraan roda empat yang terparkir di halaman Kantor Bupati Puncak juga dilaporkan ikut dibakar.
Polisi kemudian dikerahkan untuk mengendalikan situasi dan mencegah aksi meluas. Personel Polres Puncak mendapat bantuan dari personel Satgas Operasi Damai Cartenz.