Posmetro Medan, Karo - Pelaksanaan vaksinasi bagi siswa SD Negeri 047164 Seberaya, Kabupaten Karo, menuai tanda tanya. Pasalnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Karo mengaku tidak mengetahui maupun menerima pemberitahuan terkait rencana kegiatan vaksinasi tersebut.
Hal itu terungkap saat Posmetro Medan mengonfirmasi Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, Heryanta Ginting, S.Pd., diruangannya,Kamis (13/8/2026).
Dirinya mengetahui kejadian ini setelah Kepala Sekolah SD 047164 Seberaya Kec. Tiga Panah, datang dan memberitahu kalau ada siswanya yang sedang mendapatkan perawatan usai mendapatkan suntikan vaksin.
"Kami dari Dinas Pendidikan tidak mengetahui dan pemberitahuan dari Dinas Kesehatan adanya kegiatan suntik vaksin tersebut, taunya saya setelah kepala sekolah datang kemari dan memberitahukan kalau ada siswanya yang opname di rumah sakit," jelasnya
Lanjutnya sesuai dengan prosedur bahwasanya untuk kegiatan vaksinasi, harus terlebih dahulu mendapat persetujuan orang tua.
"Sesuai prosedurnya, pihak sekolah harus memberitahukan jika ada kegiatan vaksin kepada orang tua, agar orang tua bisa mengetahui. Apakah bisa diberikan ijin atau tidak, karena orang tua yang paham gimana kondisi kesehatan anak, apa bisa divaksin atau tidak," terangnya.
Saat ditanyai adanya kelalaian dalam kegiatan ini, dirinya mengatakan akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan pimpinan dan juga dengan pihak sekolah mengenai kejadian yang sebenarnya.
"Untuk hal ini mengenai kelalaian, ataupun sanksi atau apa pun itu kita koordinasi dulu dengan pimpinan dan kepala sekolah. Apa sebenarnya yang terjadi, sehingga kita dapat mengetahui langkah yang akan kita ambil," ungkapnya.
Dan saat ini untuk mengantisipasi kejadian yang sama, pihaknya akan memberikan surat edaran kepada seluruh sekolah SD di Karo untuk melaporkan jika ada kegiatan berbentuk vaksinasi.
"Jadi saat ini kita akan berikan surat edaran kepada seluruh sekolah SD agar wajib memberikan laporan kalau ada kegiatan di sekolah yang berbentuk kesehatan, baik itu pemberian obat, vaksin dan yang lain. Kita antisipasi kedepannya agar kejadian ini tidak terulang lagi," tegasnya.