POSMETRO MEDAN, Maharashtra – Sebuah pertengkaran soal iPhone berakhir tragis bagi satu keluarga di distrik Chhatrapati Sambhajinagar, Maharashtra, India. Seorang remaja, ayah, dan ibunya tewas setelah jatuh dari tebing bukit setinggi sekitar 120–150 meter (400–500 kaki).
Insiden terjadi pada Jumat, 21 Agustus 2026, di kawasan bukit Khavdya (juga disebut Khavda atau Kohdya Dongar) dekat Tisgaon, di bawah yurisdiksi Polsek Waluj MIDC.
Korban adalah Kunal Chandgude (atau Chandwade/Chandvade, 18–19 tahun), ayahnya Murlidhar Chandgude (48 tahun, seorang sopir), dan ibunya Sangeeta/Sangita Chandgude (sekitar 42 tahun). Mereka tinggal di kawasan Zalta Phata atau Devlai.
Menurut polisi dan saksi, Kunal sebelumnya membeli iPhone secara cicilan (EMI). Ia kesulitan membayar angsuran dan meminta uang kepada orang tuanya. Pertengkaran dengan ayahnya memanas. Dalam kondisi emosional, Kunal pergi ke tepi tebing sekitar pukul 10.00 waktu setempat dan mengancam akan bunuh diri.
Orang tua, warga desa, mantan sarpanch Sanjay Jadhav, polisi, dan petugas pemadam kebakaran berusaha membujuknya selama hampir tiga jam. Mereka menawarkan bantuan, termasuk janji memberikan iPhone 15 Pro, dan memohon agar ia turun demi ibunya.
Kunal tetap bersikeras, mengatakan "hanya ada satu solusi" dan terus berpindah posisi di tepi tebing sehingga upaya memasang jaring pengaman gagal.
Sekitar pukul 13.00, Murlidhar mendekati putranya dan mencoba menariknya menjauh dari tepi. Keduanya kehilangan keseimbangan dan jatuh ke jurang. Menyaksikan suami dan anaknya jatuh, Sangeeta yang terpukul juga ikut terjun atau terpeleset dari bukit. Ketiganya tewas di tempat.
Petugas berhasil mengevakuasi jenazah dan mengirimkannya untuk otopsi. Polisi membuka penyelidikan atas kematian tidak wajar sesuai prosedur yang berlaku. Seorang pejabat polisi senior, Rameshwar Gade, menyatakan bahwa "seluruh keluarga hancur hanya karena masalah ponsel."
Tragedi ini menyoroti dampak tekanan emosional dan konflik keluarga yang berujung fatal.(BBS)