POSMETRO MEDAN, Nepal-- Setidaknya sudah 389 orang dilaporkan tewas di Nepal akibat banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi Rabu (26/08/2026).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nepal juga menyatakan bahwa 910 orang masih hilang dan belum dapat dihubungi setelah banjir yang melanda wilayah tersebut.
Mayoritas orang yang hilang adalah warga negara asing, sebanyak 517 orang, kemudian 44 personel militer dan 28 anggota kepolisian.
Direktur Pusat Studi Bencana di Universitas Tribhuvan, Nepal, Basanta Raj Adhikari, mengatakan kepada program BBC Newsday bahwa ada risiko munculnya "gelombang kedua dan ketiga" bencana pada hari ini atau besok.
"Kami belum tahu pasti," katanya, seraya menambahkan bahwa ia terus berdiskusi dengan rekan-rekannya di China yang sedang memantau situasi tersebut. "Curah hujannya tidak tinggi, tetapi longsor bisa saja terjadi."
Ia menambahkan bahwa timnya telah lama memantau berbagai ancaman di kawasan Pegunungan Himalaya.
"Perubahan iklim benar-benar sedang terjadi di sini," ujarnya. "Kami terus melakukan pengamatan."
Peristiwa ini adalah bencana paling dahsyat di Nepal sejak gempa pada 2015, yang menewaskan sekitar 9.000 orang.
Visual dari udara menunjukkan kerusakan yang meluas pada rumah, jalan, dan jembatan di Sungai Bhotekoshi di wilayah Rasuwa, Nepal.
"Seluruh bangsa terkejut dan sangat berduka," kata Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah.