POSMETRO MEDAN,Jayapura – Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas ditembak diduga oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 15.45–15.53 WIT.
Ketiga korban adalah Aprida Rapi (49), Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya; Alfonsius Albinus Meha (35), dokter hewan Dinas Pertanian; dan Wili Mbuik (25), CPNS Dinas Pertanian.
Mereka tengah menjalankan tugas menyalurkan bantuan pangan berupa bibit ternak (babi) kepada masyarakat di Kampung Kimbim, Distrik Asologaima, sebelum kembali menuju Wamena.
Menurut laporan aparat, rombongan yang berjumlah sekitar delapan hingga 11 orang dihadang di sekitar Distrik Muliama. Pelaku memisahkan anggota rombongan berdasarkan identitas (Orang Asli Papua/OAP dan non-OAP).
Tiga korban non-OAP kemudian ditembak, sementara rekan-rekan lainnya berhasil selamat dan diamankan untuk dimintai keterangan.
Aprida Rapi mengalami luka tembak di perut dan meninggal di lokasi. Alfonsius Albinus Meha terkena tembakan di bagian kepala belakang dan tangan kiri, juga meninggal di tempat.
Wili Mbuik mengalami luka tembak di pinggang kanan, sempat dievakuasi ke RSUD Wamena, namun nyawanya tidak tertolong.
Satgas Operasi Damai Cartenz dan aparat keamanan setempat memastikan keterlibatan KKB. Hasil penyelidikan sementara mengarah pada KKB Kodap III Ndugama (dari wilayah Nduga), meski identitas pelaku spesifik masih didalami.
Jenazah ketiga korban dievakuasi ke RSUD Wamena. Jenazah Wili Mbuik kemudian diterbangkan ke Jayapura dan selanjutnya ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk dimakamkan di kampung halaman.
Insiden ini kembali menyoroti tantangan berat pelayanan publik di wilayah yang masih dilanda konflik bersenjata. Para petugas datang untuk membantu masyarakat, namun harus kehilangan nyawa dalam menjalankan tugas negara.