POSMETRO MEDAN,Jakarta – Polisi mengidentifikasi dua pelaku penembakan terhadap tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang terjadi Rabu (9/9/2026).
Kedua pelaku berinisial PN dan KT diketahui sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak kasus penculikan dan penyanderaan pilot Susi Air pada 2023.
Sebelumnya, beredar rekaman video call yang diduga menampilkan pelaku. Dalam rekaman tersebut, pelaku diduga menggunakan ponsel korban untuk menghubungi keluarga sambil menertawakan aksinya. Polisi masih mendalami kasus ini.
Klaim dan Ultimatum TPNPB-OPM
Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap III Ndugama Derakma mengklaim bertanggung jawab atas penembakan yang menewaskan tiga pegawai Dinas Pertanian di Distrik Muliama, Wamena, Rabu sore itu.
Dalam siaran pers Rabu malam, kelompok tersebut menyatakan tidak akan mundur dari wilayah Jayawijaya dan mengancam akan memperluas konflik bersenjata hingga ke pusat kota.
"TPNPB Kodap III Ndugama Derakma tidak akan pernah mundur dan siap buka medan perang di Kota Wamena," bunyi pernyataan kelompok itu.
Selain itu, mereka mengeluarkan ultimatum sepihak yang membatasi pergerakan masyarakat di sejumlah jalur utama, antara lain Trans Wamena–Tiom, Wamena–Yalimo, dan Wamena–Jayapura. TPNPB juga menuntut penghentian aktivitas perkantoran pemerintahan di Kota Wamena pada jam tertentu.
Juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, menyatakan, "Seluruh aktivitas pemerintah di Kota Wamena segera dihentikan dari jam 07.00–15.00 kecuali rumah sakit, sekolah, dan seluruh aktivitas yang dijamin oleh hukum humaniter internasional."
Perlu digarisbawahi bahwa seluruh pernyataan dan pembatasan tersebut bersifat sepihak dari kelompok bersenjata, bukan aturan resmi pemerintah daerah maupun aparat berwenang.