POSMETRO MEDAN- Pengamat ekonomi Ibrahim Assuaibi menilai pencopotan mendadak Purbaya Yudhi Sadewa dari posisi Menteri Keuangan pada sore ini dapat memicu ketidakpastian fiskal di pasar keuangan.
Keputusan pergantian menteri tersebut diprediksi berpotensi menekan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan besok pagi.
"Pergantian menteri keuangan secara mendadak dari Purbaya Yudhi Sadewa memicu kekhawatiran pelaku pasar ya, dari investor asing mengenai kesinambungan kebijakan anggaran pemerintah ke depan," kata Ibrahim dalam pesan suara, Senin (14/9).
Ibrahim memandang momentum pencopotan Purbaya sebagai akumulasi bom waktu yang sudah berlangsung cukup lama. Dia menyebut Purbaya sosok menteri yang bersih dan konsisten melakukan pembenahan di lingkungan Kementerian Keuangan, Pajak, serta Bea Cukai. Aksi bersih-bersih tersebut dinilai memicu resistensi dan menghadirkan banyak musuh, terutama dari kalangan yang membawa kepentingan partai politik.
"Ya bisa saja ini banyak sekali musuhnya ya, terutama adalah orang-orang dari partai politik, titipan-titipan dari partai politik ya sangat wajarlah," ujar Ibrahim menjelaskan. Di sisi lain, Purbaya tercatat melakukan penyesuaian anggaran semester kedua dengan meningkatkan target defisit anggaran dari 2,68% menjadi 2,86% serta asumsi harga minyak mentah dari 70 menjadi 80.
Purbaya juga sempat menyuarakan kritik terhadap anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih agar ditekan di bawah Rp 200 triliun untuk mencegah pelebaran defisit anggaran.
Usulan efisiensi tersebut menuai gelombang kritik dari jajaran pemerintah yang mendukung keberlanjutan alokasi dana MBG. Ibrahim menyimpulkan tekanan dari pendukung program MBG beserta kepentingan politik menjadi faktor utama di balik pencopotan Purbaya pada sore ini.
"Mungkin ini yang menjadi sebab utama kepentingan-kepentingan politik ini yang mempengaruhi Purbaya ini dicopot," imbuh Ibrahim.***