POSMETRO MEDAN, Langkat - Pasca diberitakan adanya penimbunan minyak bersubsidi jenis solar dari SPBU 142071112 kepada pembeli dengan menggunakan mobil mewah.
SPBU yang berada di Naman Jahe Kecamatan Salapian kab Langkat kini menjadi sorotan warga. Tak terkecuali warga yang sedang duduk duduk di kedai kopi yang tak jauh dari SPBU, Sabtu ( 7/11/2026)
Warga langsung mengkaitkan hal tersebut dengan panjangnya antrean pembeli minyak di SPBU tersebut. Kejadian itu kerap kali terjadi, sangking mengularnya antrian tersebut lalu lintas di depan SPBU macat.
Sementara dikalangan pengecer ambil kesempatan menaikkan harga Rp 2000- Rp 3000 karena sulitnya mendapatkan minyak. Pedagang yang sempat memiliki stok cukup kesempatanlah bagi mereka menaikkan harga.
Kongkalikong antara SPBU dan penimbun tersebut ternyata terpantau juga oleh warga yang duduk di kedai kopi tak jauh dari SPBU itu.
Beberapa warga menuturkan, tak mungkinkalau sang managerSPBUtak mengetahui hal tersebut . Mereka menuding ,manager SPBU menerimaupeti dari para mafia minyak tersebut ,ucap mereka serentak.
Ketika hal ini dikonfirmasikan ke manager SPBU bernama Sambo . Dia mengaku mengetahui hal tersebut. Jika mengetahui berarti memberi izin juga. " Tapi saya tak menerima upeti mereka," tegas Sambo yang didampingi rekannya.
Aneh, tak menerima upeti tapi perbuatan menimbun minyak bersubsidi terjadi di depan mata mereka dibiarkan.
" Tapi saya sudah stop," pungkas Sambo. Itu hak manager untuk memberhentikan pembelian secara nesar, hanya saja jika tak diinfokan media, yang diuntungkan siapa?. ( Sut)