POSMETRO MEDAN,Medan — Jalan Kapten Muslim, Gang Jawa, di kawasan Medan Helvetia, mendadak sunyi malam itu. Hanya suara jangkrik yang terdengar, hingga sekitar pukul 03.00 WIB, Jumat (31/10/2025).
Namun tiba-tiba saja, jeritan minta tolong dari rumah pasangan Wulan (40) dan Asrizal memecah kesunyian. Jeritan itu menjadi yang terakhir, sebelum Wulan ditemukan tak bernyawa di kamarnya sendiri.
Peristiwa tragis ini bermula dari pertengkaran kecil yang diduga dipicu penolakan korban terhadap ajakan suaminya untuk berhubungan intim. Diduga tersulut emosi, Asrizal kemudian membekap istrinya menggunakan bantal hingga tak bernapas lagi.
Sumber di lokasi menyebutkan, anak korban sempat terbangun karena mendengar suara ibunya yang memohon pertolongan. Namun, rasa takut membuatnya hanya bisa diam dan menangis dari balik pintu. Saat situasi hening, sang anak mendapati ibunya sudah tak bergerak.
Pagi harinya, Asrizal mendatangi rumah orang tua istrinya dan mengatakan bahwa, "Wulan tidak bangun-bangun."
Kecurigaan muncul setelah keluarga melihat tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Mereka pun segera melapor ke polisi.
Yang mengejutkan, sosok Asrizal dikenal sangat baik di mata tetangga. Ia sering menjadi imam di masjid kecil di depan rumahnya. Tak ada yang menyangka, pria yang dikenal kalem itu mampu melakukan tindakan sekejam itu terhadap istrinya sendiri.
"Asrizal itu orangnya sopan dan santun, malah sering jadi imam salat. Kami kaget sekali dengar dia bunuhistrinya," ujar Yasim, paman korban, dengan wajah tak percaya.
Petugas Polsek Medan Helvetia bersama tim dari Polrestabes Medan segera turun ke lokasi setelah menerima laporan. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memintai keterangan saksi-saksi.
Tak lama kemudian, polisi mengamankan Asrizal untuk dimintai keterangan lebih lanjut di Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan.