Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u261987868/domains/posmetromedan.id/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Zuckerberg Sebut Era Media Sosial Sudah Berakhir, Benarkah?

Indrawan - Selasa, 13 Mei 2025 08:50 WIB
Mark Zuckerberg, pendiri Facebook. Foto: Instagram @zuck/ @priscillachan

POSMETRO MEDAN, Jakarta - Media sosial seperti Facebook dulu fungsi utamanya adalah untuk menjalin hubungan online dengan teman dan keluarga. Namun dalam dekade terakhir, media sosial telah menjadi lebih menyerupai media biasa.Ada video promosi yang dibuat selebritas, berita, video, gelombang konten yang dihasilkan AI, dan lainnya. Orang-orang yang kita ikuti dan pesan yang mereka unggah semakin terasa jarang. Media sosial menjadi kurang sosial.

CEO Meta Mark Zuckerberg sendiri yang mengatakan masa awal Facebook menyatukan kembali teman-teman lama tampaknya sudah berakhir. Dalam kesaksiannya di sidang Federal Trade Commission (FTC) Zuck menyebut jumlah orang yang berbagi dengan teman-teman di Facebook khususnya, telah menurun.

"Bahkan jumlah teman baru yang ditambahkan orang-orang saya rasa telah menurun," kata Zuckerberg, meski ia tidak menyebutkan seberapa tajam penurunan tersebut. "Saya tidak tahu angka pastinya."

Mantan kepala operasi Meta, Sheryl Sandberg, juga pernah mengutarakan hal yang sama. "Berbagi dengan teman dan keluarga menurun drastis dari waktu ke waktu. Jika strateginya menargetkan teman dan keluarga, Anda akan mengalami masalah pendapatan yang serius," ujarnya.

Popularitas TikTok yang meledak telah mengubah dinamika media sosial saat ini. "Bagi banyak pengguna, aplikasi sekarang berfungsi terutama sebagai mesin penemuan," cetus Zuckerberg. Interaksi sosial semakin banyak muncul dengan kreator konten, daripada melalui interaksi dengan konten teman atau anggota keluarga.

Menurut Zuck, tulah sebabnya Meta menambahkan Reels dan baru-baru ini, fungsionalitas seperti TikTok Shop. Agar tetap relevan, Meta harus membuat platformnya lebih seperti TikTok dan berinvestasi besar dalam algoritma.

"TikTok masih lebih besar daripada Facebook atau Instagram, dan saya tidak suka jika pesaing kami lebih baik dari kami," sebut Zuck seperti dikutip detikINET dari Ars Technica.

Dan karena Meta tidak tertarik membeli TikTok, satu-satunya pilihan Meta adalah menjadikan aplikasinya mirip TikTok untuk menghindari eksodus massal setelah pengguna Facebook mulai menurun untuk pertama kalinya pada tahun 2022. (wan/dtc)

Editor
: Indrawan
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Sinergi Tanpa Henti, Patroli KRYD Brimob Sumut Hadirkan Rasa Aman di Setiap Sudut Medan

Peristiwa

PSMS Dihajar Persekat 0-2, Pelatih Eko Purdjianto: Lawan Tampil Disiplin

Peristiwa

Anyang Pakis, Kuliner Tradisional Segar Saat Berbuka Puasa

Peristiwa

Kapolsek Perbaungan AKP Japri Simamora Komandoi Pemberian Bansos Ramadan untuk Korban Musibah Kebakaran

Peristiwa

Akuang Bebas Panen Sawit Ditaksir Senilai Ratusan Miliar dari Objek Sitaan

Peristiwa

Rico Waas : Lampion Gambarkan Cahaya Sejahtera untuk Semua Warga