POSMETRO MEDAN,Jakarta – Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa sebanyak 21 dari 54 korban ledakan yang terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, telah dipulangkan dari rumah sakit.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, mengatakan sebagian besar korban mengalami gangguan pendengaran akibat efek ledakan. Meski begitu, kondisi mereka kini telah membaik dan diperbolehkan pulang.
"Sampai hari ini, 21 korban sudah dipulangkan. Sebagian besar mengalami gangguan pendengaran ringan," ujar Ade Ary, Sabtu (8/11/2025).
Sementara itu, korban lainnya masih menjalani perawatan lanjutan di sejumlah rumah sakit di Jakarta untuk memastikan tidak ada dampak medis serius akibat insiden tersebut.
Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab ledakan yang terjadi di area sekolah tersebut, termasuk memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti di lokasi kejadian.
Sementara itu Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah melakukan kunjungan ke RS Islam Jakarta Cempaka Putih untuk melihat korban ledakan SMAN 72 Kelapa Gading. Margaret menyebut di rumah sakit itu ada 7 korban yang akan dioperasi.
"Ada sebagian yang harus dioperasi ya. Tadi data terakhir ada sekitar 7 anak, tapi yang kondisinya sudah memungkinkan untuk dibawa pulang, sudah diperbolehkan untuk dibawa pulang," kata Margaret, Jumat (7/11/2025).
Ada 14 korban ledakan yang akan dirawat inap di RS ini. Untuk jumlah korban yang menjalani perawatan, masih dilakukan pendataan.
"Informasinya tadi, 33-an anak yang masih ada di sini, pas saya sampai sini sudah bertambah. Tapi rupanya bertambahnya karena sebagian anak tadi ada yang dibawa ke puskesmas. Rupanya kondisinya tidak memungkinkan ditangani di puskesmas," sebutnya.