POSMETRO MEDAN, Medan - Kapolrestabes Medan, Komisaris Besar Jean Calvijn Simanjuntak, menyambangi Bunga (bukan nama sebenarnya), putri biologis dari saksi AK, pasca-insiden kematian AS yang menghebohkan warga.
Pertemuan ini dilakukan untuk memastikan kondisi psikologis anak tersebut pasca-peristiwa traumatis yang menimpa keluarganya.
Calvijn menegaskan bahwa fokus utama kepolisian saat ini bukan hanya pada penyidikan kasus, melainkan juga pemulihan kondisi mental anak dan ibu yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
"Saya sudah bertemu langsung. Langkah-langkah dari penyidik dan Polrestabes Medan selanjutnya adalah melakukan trauma healing terlebih dahulu terhadap Bunga," ujar Calvijn kepada awak media, Rabu, (12/11/2025).
Menurut pengamatan Calvijn, kondisi Bunga terlihat cukup stabil. Anak tersebut merespons dengan baik saat diajak berinteraksi oleh petugas.
"Secara kondisi, saya melihat Bunga cukup aktif saat berbicara dengan kita tadi. Kami sempat berbagi cokelat dan dia meminta permen. Saya rasa komunikasi singkat berjalan baik," tuturnya.
Kendati demikian, Calvijn menekankan bahwa penanganan khusus untuk pemulihan trauma tetap menjadi prioritas dan akan terus dilakukan.
Selain Bunga, penanganan medis juga telah diberikan kepada AK, ibu Bunga, yang mengalami luka-luka fisik akibat pertengkaran sebelum insiden kematian AS.
"Kondisi terakhir saudari AK sudah dilakukan penanganan pertama oleh tenaga medis dan dokter terkait luka-lukanya," jelas Calvijn. Saat ini, Bunga masih berada di bawah pengasuhan ibunya, namun dengan pendampingan ketat dari pihak kepolisian untuk menjamin keamanan dan kenyamanan mereka.
Sebelumnya, pihak kepolisian mengungkap fakta baru terkait kematian AS berdasarkan rekaman visual (CCTV) yang diperoleh penyidik. Rekaman tersebut memperlihatkan detik-detik krusial sebelum AS ditemukan tewas.