Reka Ulang Kasus Pembunuhan Mahasiswa UMA Ditunda, Kerumunan Massa Tak Terkendali

Administrator - Selasa, 18 November 2025 15:10 WIB
San
Persiapan reka ulang kasus pembunuhan mahasiswa

POSMETRO MEDAN,Patumbak -- Rekonstruksi adegan pembunuhan mahasiswa Universitas Medan Area (UMA), Bornio Raja Gadjah yang seharusnya digelar di wilayah Patumbak, Kamis siang sekitar pukul 14.00 WIB (18/11/25), mendadak batal dilaksanakan. Pembatalan itu diduga kuat dipicu situasi massa yang terus memanas dan tidak lagi kondusif di sekitar lokasi.

Dari pantauan di lapangan, sejak menjelang siang aparat sudah mulai melakukan persiapan. Spanduk penanda rekonstruksi dipasang untuk menandai titik-titik adegan yang akan diperagakan pelaku. Namun belum sempat persiapan selesai, kerumunan warga semakin membesar.

Jalan kecil menuju TKP penuh sesak oleh warga yang penasaran ingin menyaksikan jalannya rekonstruksi. Kondisi itu memaksa petugas menurunkan kembali spanduk yang baru saja terpasang.

Warga menilai pembatalan itu dilakukan tanpa penjelasan yang jelas. Banyak dari mereka yang sudah menunggu sejak pagi mengaku kecewa karena momentum yang mereka harapkan untuk mengetahui detail peristiwa pembunuhan itu justru tidak terjadi.

"Udah panas-panas kami nunggu. Mau tau sebenarnya gimana kejadian mahasiswa itu dibunuh. Tapi tiba-tiba bubar semua, tak ada pemberitahuan." ujar seorang warga dengan nada jengkel.

Beberapa warga lainnya bahkan menilai aparat kurang sigap mengatur situasi sehingga massa terlanjur membludak.

Menurut mereka, rekonstruksi kasus besar seperti ini seharusnya mendapat pengamanan berlapis agar bisa berjalan sesuai rencana.

"Kalau tahu rame begini, harusnya dari awal sudah dipagar garis polisi. Ini enggak, dibiarkan dulu baru bilang nggak kondusi." celetuk warga lain.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan pasti pembatalan maupun kepastian jadwal ulang rekonstruksi.

Publik kini menunggu sikap resmi aparat agar proses pengungkapan kasus pembunuhan mahasiswa tersebut tidak kembali tertunda.


Editor
: Indrawan

Tag:

Berita Terkait