POSMETRO MEDAN,Medan— Krisis bahan bakar terjadi di Kota Medan setelah seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dilaporkan tutup sejak pagi hari kemarin.
Kondisi ini makin memperburuk situasi warga yang sudah lebih dulu terdampak banjir dan pemadaman listrik berkepanjangan.
Di sejumlah kawasan seperti Jalan Brigjen Katamso, Ismailiyah, hingga Padang Bulan, warga tampak hilir mudik mencari SPBU yang masih beroperasi.
Namun hingga siang hari, tak satu pun yang ditemukan buka. Banyak warga mengaku mulai kehabisan bensin untuk kendaraan maupun kebutuhan menghidupkan mesin genset di rumah masing-masing.
"Tolonglah, Pak Wali Kota…Jangan persulit kami. Sudah banjir, lampu mati, bensin pun tak ada. Kami ini rakyat kecil butuh bantuan, bukan kesusahan baru," teriak Risna, warga Kampung Baru, yang sejak pagi membawa jeriken untuk mencari sisa-sisa stok bahan bakar.
Warga lainnya menyebut kondisi ini sebagai "krisis berlapis" karena banjir besar yang melanda kawasan Medan sejak empat hari terakhir telah menyebabkan sejumlah SPBU terendam, pasokan terganggu, serta distribusi bahan bakar tersendat.
Tak hanya kendaraan pribadi, ojek online, pedagang keliling, hingga ambulans swasta juga disebut mulai kesulitan beroperasi. Para pengemudi ojol mengaku tak bisa mencari nafkah karena persediaan bensin di rumah sudah habis.
Pemerintah Kota Medan diminta segera turun tangan melakukan koordinasi dengan Pertamina dan pihak terkait untuk membuka SPBU darurat atau membuat jalur distribusi khusus guna memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat. (REZ)