POSMETRO MEDAN,Krayan-- Pilot pesawat Pelita Air dengan nomor registrasi PK-PAA yang mengangkut bahan bakar minyak (BBM) ke dataran tinggi Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara, ditemukan tewas setelah pesawatnya jatuh di Gunung Pa' Belaban pada Kamis (19/2/2026).
Camat Krayan Timur, Liantony, mengonfirmasi bahwa pilot ditemukan dalam kondisi tubuh hangus akibat kobaran api dari badan pesawat.
Ia menjelaskan bahwa lokasi jatuhnya pesawat berada di antara jurang terjal di pegunungan yang berbatasan dengan Gunung Pa' Ramayo.
"Pilotnya kami temukan tewas," katanya melalui pesan tertulis pada Kamis sore.
Liantony menambahkan bahwa saat petugas dan warga tiba di lokasi kejadian, api masih membakar puing-puing pesawat. Posisi tubuh pilot ditemukan di antara reruntuhan yang terbakar tersebut.
Evakuasi dan Penanganan Jenazah
Jasad pilot kemudian dievakuasi oleh personel TNI-Polri bersama warga setempat yang mengenal medan pegunungan untuk membawa jenazah turun dari lokasi. Selanjutnya, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Pratama (RSP) Krayan guna penanganan lebih lanjut.
Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa pilot berhasil selamat dengan terjun payung. Namun, informasi terkini memastikan bahwa pilot meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.
Terangnya, proses pencarian dan evakuasi berjalan dengan dukungan warga lokal yang membantu mengatasi medan sulit di lokasi jatuhnya pesawat. (fajar)