POSMETRO MEDAN, Binjai - Kebakaran lahan yang terjadi di areal DP I Kebun Tandem Hilir dalam beberapa hari terakhir, adalah akibat aktivitas sekelompok penggarap yang memasuki kawasan perkebunan milik PTPN. Kelompok penggarap ini diketahui memasuki area kebun dan diduga membakar lahan tebu dan menanami tanaman pisang di lokasi. Akibat pembakalaran areal menimbulkan asap tebal.
Berdasarkan keterangan manajemen PTPN, pihaknya telah berupaya melakukan langkah pencegahan dengan memadamkan sisa api dan mencabut tanaman pisang yang ditanam. Dan itu dilakukan secara rutin setiap kali terjadi upaya penyerobotan lahan.
Salah satu kelompok penggarap disebut dipimpin oleh seseorang berinisial F. Aktivitas penggarapan itu telah berlangsung sejak Minggu 1 Maret 2026 hingga Rabu 4 Maret 2026 di areal DP I Kebun Tandem Hilir.
Namun, saat upaya perlawanan tersebut dilakukan, tidak lama kemudian justru terjadi kebakaran di areal yang berada di dekat lokasi garapan itu.
Menurut pihak manajemen, kejadian serupa disebut bukan kali pertama terjadi. Mereka menduga kebakaran kerap terjadi saat muncul gesekan antara pihak kebun dengan para penggarap.
Hal seperti ini sudah sering sekali terjadi, di mana areal dibakar oleh orang tak dikenal (OTK) ketika ada perlawanan dan gesekan antara pihak kebun dengan penggarap," ungkap pihak manajemen dalam keterangannya.