POSMETRO MEDAN,Belawan– Aksi tawuran kembali terjadi di kawasan Belawan dan menelan korban jiwa. Seorang remaja berinisial FMH (17), warga Jalan Selar Pajak Baru, Kelurahan Belawan Bahagia, meninggal dunia setelah menjadi korban kekerasan dalam tawuran yang terjadi pada Sabtu (7/3/2026).
Peristiwa tawuran yang terjadi di wilayah Pajak Baru tersebut menambah daftar panjang bentrokan antar kelompok yang kerap terjadi di kawasan itu. Bahkan, konflik serupa sebelumnya juga pernah menimbulkan korban meninggal dunia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mengalami dua luka tembak dari senapan angin di bagian kepala sebelah kiri depan.
Selain itu, korban juga mengalami tiga luka akibat anak panah yang mengenai ketiak kiri, pinggang kiri, dan paha kiri. Pada tubuh korban juga ditemukan sejumlah luka robek di bagian tangan, siku, dan lutut yang diduga akibat benturan saat kejadian berlangsung.
Usai kejadian, korban sempat dilarikan ke RS PHC Belawan untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun karena kondisi luka yang cukup serius, pihak rumah sakit kemudian merujuk korban ke RSUP H. Adam Malik Medan guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sayangnya, upaya tim medis tidak mampu menyelamatkan nyawa korban. Sekitar pukul 17.00 WIB, Fikra Muhammad Hakim dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke rumah duka di Jalan Sepat, Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan, untuk disemayamkan oleh pihak keluarga.
Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Warga berharap kejadian tersebut menjadi perhatian serius aparat penegak hukum agar segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan keamanan di kawasan Belawan yang belakangan dinilai semakin rawan.
Salah seorang warga Pajak Baru mengungkapkan bahwa tawuran hampir terjadi setiap malam di wilayah mereka. Ia menilai penindakan terhadap pelaku tawuran masih kurang tegas.
"Hampir setiap malam tawuran terjadi di kampung kami. Sepertinya Polres Pelabuhan Belawan kurang tegas menindak para pelaku. Kami merasa tidak aman tinggal di sini," ujar warga tersebut.