POSMETRO MEDAN- Kecelakaan kerja yang merenggut nyawa kembali terjadi di Sumatera Utara. Seorang pekerja bernama Candra Hutagalung dilaporkan tewas kesetrum saat melakukan pembongkaran seng di atap sebuah rumah toko (ruko) di Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kamis (9/4/2026).
Peristiwa tragis itu terjadi saat korban tengah bekerja di bagian atas bangunan di kawasan Jalan Melinjo. Diduga kuat, minimnya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi penyebab utama insiden tersebut. Korban tersengat aliran listrik dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kasus ini langsung menuai sorotan keras dari berbagai pihak. Pengurus Persatuan Buruh (PRABU) Peduli K3, M. Taufik menilai, insiden ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan bukti nyata lemahnya pengawasan terhadap penerapan K3 di Sumatera Utara.
"Ini bukan lagi kelalaian biasa. Ini adalah kegagalan sistemik dalam pengawasan K3. Kami mendesak Disnaker Sumut untuk segera turun tangan secara tegas dan cepat. Jangan biarkan kasus seperti ini berlarut-larut tanpa kejelasan," kata Taufik.
Menurutnya, meningkatnya angka kecelakaan kerja di Sumatera Utara telah memasuki tahap yang mengkhawatirkan. Ia bahkan menyebut provinsi ini sudah berada dalam "zona merah" untuk kasus kelalaian K3 dalam skala nasional.
"Nyawa pekerja terus menjadi korban. Jika Disnaker Sumut hanya diam atau terkesan tutup mata, maka ini adalah bentuk pembiaran. Negara tidak boleh kalah dengan kelalaian di lapangan," lanjutnya.
Taufik juga meminta adanya investigasi menyeluruh terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam proyek tersebut, termasuk pemilik bangunan dan kontraktor pelaksana. Ia menegaskan bahwa sanksi tegas harus diberikan jika terbukti ada pelanggaran terhadap aturan K3.
"Setiap pekerjaan, apalagi yang berisiko tinggi seperti di ketinggian dan berdekatan dengan instalasi listrik, wajib menerapkan standar K3 secara ketat. Jika tidak, maka ini adalah bentuk kelalaian yang bisa berujung pidana," ujarnya.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Disnaker Sumut terkait langkah konkret yang akan diambil dalam menangani kasus ini. Publik kini menunggu apakah instansi terkait benar-benar hadir untuk melindungi pekerja, atau justru kembali diam di tengah deretan tragedi yang terus berulang.
Kematian Candra Hutagalung menjadi pengingat pahit bahwa keselamatan kerja masih sering diabaikan. Sampai kapan nyawa pekerja harus menjadi taruhan atas lemahnya pengawasan?( Dan)