POSMETRO MEDAN, Labuhanbatu – Bau sangit sisa kayu yang terbakar masih menyengat di udara Lingkungan Bakti Lama, Kelurahan Binaraga, Kecamatan Rantau Utara, Rabu (29/4/2026).
Di antara tumpukan puing yang menghitam, pemandangan berbeda tampak mencolok. Puluhan personel kepolisian berseragam cokelat tidak datang dengan garis polisi, melainkan dengan tangan yang siap kotor.
Personel Polres Labuhanbatu dikerahkan bukan untuk melakukan penyelidikan hukum, melainkan untuk sebuah misi kemanusiaan, membantu tujuh kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal agar bisa kembali tegak berdiri.
Kehadiran korps baju cokelat ini dipimpin langsung oleh Kapolres Labuhanbatu, AKBP Wahyu Endrajaya. Tak sendirian, ia didampingi Wakapolres Kompol Panggil S. Simbolon, Asisten I Pemkab Labuhanbatu H. Sarimpunan Ritonga, hingga Pimpinan Cabang BRI Rantauprapat.
Kehadiran para tokoh ini seolah mengirimkan pesan kuat kepada warga, 'kalian tidak sendirian'. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan sektor perbankan ini menunjukkan bahwa pemulihan pasca bencana adalah tanggung jawab bersama.
Di lokasi, AKBP Wahyu tidak hanya meninjau kerusakan fisik. Ia meluangkan waktu untuk duduk bersimpuh dan berdialog langsung dengan para korban.
Mendengar keluh kesah mereka, ia berusaha menyelami kebutuhan mendesak yang diperlukan warga untuk menyambung hidup pasca insiden yang menghanguskan harta benda tersebut.
"Kami hadir untuk memberikan dukungan, baik moril maupun materil. Kami ingin kehadiran Polri menjadi pemantik semangat agar bapak dan ibu sekalian bisa segera bangkit kembali," ujar AKBP Wahyu sembari memberikan kata-kata penguatan.
Sebagai wujud empati yang nyata, Kapolres menyerahkan bantuan uang tunai kepada para terdampak. Sebuah langkah kecil yang diharapkan mampu menyambung napas dapur warga di tengah musibah yang melanda.