POSMETRO MEDAN, Medan— Pemadaman listrik massal (blackout) terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Sumatera pada Jumat malam akibat gangguan pada sistem interkoneksi kelistrikan utama Sumatera.
Berdasarkan informasi sementara, gangguan terjadi sekitar pukul 18.44 WIB saat sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dan Sumatera Bagian Tengah dilaporkan terpisah. Kondisi tersebut mengakibatkan pasokan listrik di sejumlah daerah mengalami padam total.
Investigasi awal dari PT PLN (Persero) menyebutkan gangguan berasal dari jaringan transmisi interkoneksi utama Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV ruas Lubuk Linggau–Lahat di Sumatera Selatan.
Selain itu, gangguan juga disebut terjadi pada jaringan transmisi Rumai–Muaro Bungo 275 kV yang berdampak pada terganggunya distribusi listrik di berbagai wilayah.
Berdasarkan hasil investigasi sementara, gangguan dipicu oleh sambaran petir pada jaringan transmisi serta adanya gangguan pada sisi jaringan 150 kV akibat penebangan pohon di sekitar jalur listrik.
Jalur Lubuk Linggau–Lahat diketahui menjadi tulang punggung sistem interkoneksi kelistrikan Sumatera. Ketika jaringan tersebut mengalami gangguan, terjadi ketidakseimbangan pasokan daya yang memicu anjloknya tegangan listrik atau voltage swing secara drastis.
Akibat kondisi tersebut, sistem proteksi otomatis bekerja dengan memutus aliran listrik secara meluas guna melindungi pembangkit dan jaringan transmisi agar tidak mengalami kerusakan yang lebih besar.
Pemadaman listrik dilaporkan berdampak ke berbagai provinsi di Sumatera, di antaranya Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, Sumatera Barat, Riau, Aceh, hingga Sumatera Utara termasuk Kota Medan.
Sejumlah masyarakat di wilayah terdampak mengeluhkan aktivitas yang terganggu akibat padamnya aliran listrikberjam-jam, terutama pada malam hari.
Hingga saat ini, pihak PLN masih melakukan penanganan dan proses pemulihan sistem kelistrikan secara bertahap di seluruh wilayah terdampak.