POSMETRO MEDAN-GMKI Pematangsiantar-Simalungun menyoroti kinerja Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih yang dimana Intensitas kehadiran Bupati Simalungun dalam berbagai agenda seremonial akhir-akhir ini menimbulkan pertanyaan serius di tengah masyarakat.
Di saat daerah masih bergulat dengan persoalan infrastruktur, pelayanan publik, dan penguatan ekonomi masyarakat desa, publik justru lebih sering disuguhi dokumentasi kegiatan simbolik dibandingkan laporan capaian kinerja yang terukur.
Yova Ivo Cordiaz Purba,Ketua GMKI Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (Siantar-Simalungun) menyampaikan, pihaknya menilai hingga saat ini belum terlihat terobosan signifikan yang mampu menjawab persoalan mendasar di Kabupaten Simalungun.
"Sejumlah ruas jalan di beberapa kecamatan masih dikeluhkan warga, pelayanan administrasi belum sepenuhnya efisien, serta optimalisasi potensi pertanian dan UMKM belum menunjukkan percepatan yang berarti. Namun, agenda seremonial yang terus di publikasi terus berjalan seolah-olah semua persoalan telah tertangani dengan baik."
Pemimpin daerah, kataYova Ivo Cordiaz Purba, seharusnya tidak terjebak pada rutinitas simbolik saja. Seremoni tanpa evaluasi dan pengawasan yang kuat hanya akan menghasilkan kesan kerja, bukan hasil kerja. Publik membutuhkan transparansi capaian program, kejelasan indikator keberhasilan, serta keberanian mengambil langkah korektif terhadap perangkat daerah yang tidak efektif."
Sementara, melalui Sekretaris Cabang 'Flora Simbolon' menyebut hingga kini Bupati Simalungun belum menunjukkan gebrakan nyata dalam membangun Simalungun.
Yang sering terlihat di publik, katanya seperti terungkap di sebuah postingan anonim Facebook @Siantar Punya Cerita