POSMETRO MEDAN, Medan -
Drama pengisian kursi kosong DPRD Sumatera Utara dari PDIP kian menyerupai teka-teki politik yang tak kunjung terbuka. Di tengah sorotan publik dan desakan media, mantan Wakil Ketua Bappilu PDIP Sumut Mangapul Purba justru memilih langkah yang tak biasa. Diam.
Ketika Posmetro Medan mencoba meminta klarifikasi terkait lambannya proses Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk kursi PDIP yang lowong setelah mantan anggota DPRD Faizal terjerat kasus hukum, Mangapul memberikan jawaban pendek namun sarat isyarat.
Upaya konfirmasi dimulai dengan pertanyaan standar: mengapa kursi itu belum di-PAW, apakah sudah ada usulan nama ke DPP, apakah ada perbedaan pandangan antara DPD dan DPP, serta bagaimana pertimbangan etika dalam menentukan calon pengganti pertanyaan yang kini menjadi bisik-bisik di kalangan internal banteng.
Namun respon Mangapul justru memunculkan lapisan cerita baru
"No comment, saya juga bukan pengurus lagi, Bu."
Mangapul Purba, kepada Posmetro Medan, Minggu (23/11/2025) sore .99
Jawaban singkat itu jatuh seperti palu sidang tegas, namun menyimpan gemuruh. Mantan Wakil Ketua Bappilu yang selama ini dikenal vokal itu memilih menutup pintu rapat-rapat soal dinamika internal PDIP.
Saat kembali ditanya mengenai posisinya saat ini, Mangapul hanya menambahkan, saat ini saya "Anggota biasa,:jelasnya melalui pesan whatsapp-nya.
Padahal, beberapa waktu lalu, publik mengetahui bahwa ia adalah salah satu figur kunci PDIP Sumut. Kini, dengan perubahan susunan pengurus baru yang dilantik DPP, posisinya bergeser drastis sebuah perubahan yang banyak ditafsirkan sebagai sinyal keras dinamika internal banteng.