POSMETRO MEDAN, Medan -
Susunan pengurus baru DPD PDI Perjuangan Sumut periode 2025-2030 resmi dilantik. Namun di balik foto formal dan sorak-sorai kader, ada satu nama yang mencuri perhatian publik, Mangapul Purba, mantan Ketua Fraksi PDIP DPRD Sumatera Utara sekaligus eks Wakil Ketua Bappilu PDIP Sumut, menghilang dari daftar pengurus baru.
Konferensi daerah (Konferda) VI PDIP Sumut memutuskan Rapidin Simbolon kembali menjadi Ketua DPD periode 2025-2030. Sementara, posisi Sekretaris PDIP Sumut masih tetap dijabat oleh Dr Sutarto dan Bendahara PDIP Sumut tetap diisi Meriahta Sitepu
Dari daftar yang dirilis, Mangapul tidak tercantum kembali sebagai pengurus inti. Padahal sebelumnya ia memegang peran strategis dalam struktur partai di wilayah Sumatera Utara.
Ketua DPD PDIP Sumut, Rapidin Simbolon mengatakan, bahwa masih ada jabatan yang kosong dan belum dilantik. Alasan resmi yang ia sampaikan adalah "pendalaman potensi dan kinerja" bagi pengurus yang akan diangkat namun tanpa merinci lebih lanjut nama-nama yang tak masuk maupun mekanisme seleksinya.
Pengurus lama yang tidak masuk kembali selain Mangapul juga mencakup wakil-ketua bidang lain seperti Aswan Jaya dan Syahrul Efendi Siregar.
Struktur baru pengurus antara lain, Ketua, Rapidin Simbolon, Sekretaris, Sutarto, Bendahara, Meriahta Sitepu, beberapa waktu lalu.
Pengecualian nama-nama lama seperti Mangapul dari struktur baru menimbulkan sejumlah pertanyaan serius
Apakah ini semata proses "rotasi" biasa atau justru menunjukkan konflik internal yang lebih dalam?
Akankah kondisi ini berdampak pada kredibilitas PDIP di Sumut, khususnya dalam mm0 agenda legislatif dan pemilihan yang akan datang?