POSMETRO MEDAN,Medan- Di lobi megah JW Marriott Hotel, Jalan Putri Hijau, langkah para kader Partai Golkar Sumatera Utara terdengar lebih pelan dari biasanya, seolah setiap tapak menyimpan hitung-hitungan politik.
Sejak registrasi Sabtu, 31 Januari 2026, Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sumut ke-XI digelar selama tiga hari, menjadi panggung penentuan nahkoda partai untuk periode mendatang.
Musda kali ini dipimpin Ahmad Doli Kurnia Tanjung, tokoh nasional Golkar yang dikenal berlatar kuat dalam dunia organisasi.
Kehadirannya memberi bobot tersendiri pada forum yang mempertemukan para pemilik suara, pengurus, serta tokoh-tokoh Golkar dari berbagai penjuru Sumatera Utara.
Di ruang sidang itulah arah partai dirumuskan. Dua nama resmi maju sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Sumut: Andar Amin Harahap dan Hendriyanto Sitorus. Kontestasi berjalan dalam suasana formal khas musyawarah partai, penuh pidato, lobi, dan pembacaan tata tertib yang ketat.
MKGR Menentukan Sikap
Di tengah dinamika itu, salah satu organisasi pendiri Golkar, Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Sumut, menegaskan sikap politiknya.
"MKGR pada Musda kali ini jelas mendukung Andar Amin Harahap," ujar Darma Putra Rangkuti, Ketua MKGR Sumut, sekaligus Ketua BAPEMPERDA DPRD Sumut, saat ditemui di area hotel, Minggu, 1 Februari 2026.
Bagi Golkar, sikap MKGR bukan sekadar dukungan administratif. Ia adalah sinyal historis. MKGR adalah bagian dari rahim yang melahirkan Golkar, sehingga setiap langkahnya kerap dibaca sebagai suara akar tradisi organisasi.
Dalam sambutannya, Darma juga menyampaikan harapan agar Musda berjalan baik meski dinamika tak terhindarkan.