POSMETRO MEDAN-Dugaan skandal kekerasan dan ketidakadilan menghantam oknum Anggota DPR RI dari Partai NasDem, Rudi Hartono Bangun (RHB). Mantan istrinya, Ervina Fariani, kini tengah berjuang mencari keadilan setelah mengaku menjadi korban penganiayaan hingga "didepak" dari kehidupan rumah tangga tanpa hak-hak yang layak.
Ervina, perempuan asal Tanjung Pura, Kabupaten Langkat ini, secara resmi telah mengadukan RHB ke Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI sejak awal tahun 2026. Namun, hingga kini laporan tersebut terkesan jalan di tempat tanpa ada tindakan nyata.
Dalam keterangannya, Ervina mengungkapkan bahwa biduk rumah tangga yang dibina sejak 5 Januari 2002—sebagaimana tercatat dalam Akta Nikah Nomor 17/17/1/2002—hancur berantakan. Selama 24 tahun mendampingi RHB hingga sukses menduduki kursi legislatif selama tiga periode, Ervina mengaku kerap mengalami kekerasan.
"Saya sering mengalami keributan, pertengkaran, hingga penganiayaan dan pemukulan yang dilakukan oleh RHB," ungkap Ervina dengan nada lirih, Jumat (24/4/2026).
Puncaknya terjadi pada September 2025. Ervina mengaku syok saat tiba-tiba menerima Akta Cerai dari Pengadilan Agama (PA) Jakarta Pusat. Ia mengklaim proses cerai tersebut terjadi "di bawah tangan" tanpa adanya pemberitahuan atau panggilan sidang resmi kepada dirinya.
Luka batin Ervina semakin dalam karena ketiga anak kandungnya kini berada di bawah penguasaan RHB. Ia merasa anak-anaknya sengaja dipisahkan dan dipengaruhi agar tidak berkomunikasi dengannya.
Tak hanya soal kekerasan fisik dan psikis, Ervina juga membeberkan ketidakadilan terkait pembagian harta bersama. Sebagai istri dari pengusaha kaya asal Langkat dan politisi papan atas, apa yang diterimanya dianggap sangat tidak manusiawi.
Uang Iddah: Hanya Rp 45 juta.Kendaraan: Hanya satu unit Toyota Kijang Innova, padahal ia menyebut RHB memiliki koleksi mobil mewah mulai dari Alphard hingga Ferrari yang pembeliannya pun atas persetujuannya.Aset: Hanya satu rumah dan satu apartemen tanpa tabungan masa depan.
"Bakti saya selama 24 tahun benar-benar tidak dihargai. Padahal beliau anggota DPR RI 3 periode dan pengusaha kaya. Saya hanya ingin keadilan untuk kelangsungan hidup saya ke depan," tegasnya.