POSMETRO MEDAN- Sosok Anne Ratna Mustika, atau yang akrab disapa publik dengan panggilan hangat Ambu Anne, sukses mengukir tinta emas sebagai bupati perempuan pertama dalam sejarah berdirinya Kabupaten Purwakarta.
Memimpin untuk masa bakti 2018–2023 bersama Wakil Bupati H. Aming, kehadiran Ambu Anne membawa warna baru di dunia birokrasi: ramah, penuh empati, namun tetap taktis dan tegas dalam mengeksekusi kebijakan daerah.
Lahir di Desa Gudang, Kecamatan Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur pada 28 Januari 1982, jiwa kepemimpinan dalam diri Anne Ratna Mustika bukanlah sebuah kebetulan. Darah pengabdian itu mengalir dari kedua orang tuanya.
Ayahnya, Usep Supriadi, merupakan seorang Kepala Desa yang dikenal dekat dengan warga, sementara ibunya, Dedeh Sumiati, adalah sosok yang aktif dalam menggerakkan emansipasi perempuan di desa mereka.
Anne, dalam sebuah postingan anonim Facebook @nasrul kota psu yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Minggu 5 Juli 2026 menyebut, dirinya menghabiskan masa sekolahnya dari SD hingga bangku SMA di tanah kelahirannya di Cianjur.
Setelah lulus pada tahun 2000, takdir membawanya melangkah ke Kabupaten Purwakarta—daerah yang di kemudian hari ia pimpin dan ukir sejarahnya.
Tidak lama menetap di Purwakarta, kecerdasan, wawasan luas, dan pembawaannya yang anggun mengantarkan Anne terpilih menjadi juara dalam ajang Mojang Kabupaten Purwakarta tahun 2001.
Prestasi tersebut membuatnya dipercaya menjadi duta daerah untuk mewakili Purwakarta dalam ajang yang lebih tinggi, yaitu Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat 2001.
Meski disibukkan dengan berbagai kegiatan sosial dan mendampingi jalannya roda organisasi, Ambu Anne tetap memprioritaskan pendidikan tinggi. Pada tahun 2016, ia sukses menyelesaikan studi akademisnya dan meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) WIKARA Purwakarta.