POSMETRO MEDAN- Nama Letnan Jenderal (Letjen) TNI Richard Taruli Horja Tampubolon pasti berada di barisan depankalau berbicara tentang perwira tinggi TNI dengan rekam jejak pertempuran yang paling disegani saat ini.
Jenderal bintang tiga bertubuh kekar yang sejak 24 Juli 2024 lalu menjabat sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI ini dikenal luas sebagai "jenderal lapangan" sejati yang kenyang akan bau mesiu.
Meski lahir di Jakarta pada 23 Mei 1969, Richard adalah putra daerah asli Sumatera Utara (Sumut) yang berasal dari Lintong Nihuta, Tampahan, Toba.
Karakter tegas, berani, dan tanpa kompromi khas tanah Batak seolah menyatu erat dengan baret merah Kopassus yang membesarkan namanya.
Di balik posisinya yang kini berada di lingkaran elite Markas Besar TNI berdampingan dengan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto,
Letjen Richard memiliki catatan operasi militer yang sukses membuat ciut nyali musuh-musuh negara.
Didikan Keras Korps Baret Merah
Alumnus Akademi Militer (Akmil) tahun 1992 ini meniti sebagian besar masa dinasnya di satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Sebagai prajurit komando, Richard bukanlah tipe perwira yang hanya duduk manis di balik meja.
Sejak usia muda, ia sudah diterjunkan ke berbagai wilayah konflik berbahaya, mulai dari Operasi Seroja di Timor-Timur pada tahun 1998, perburuan kelompok teroris dalam Operasi Madago Raya di Poso, hingga operasi pengamanan di tanah Papua.