POSMETRO MEDAN- Drs. Ir. H. Sutan Bhatoegana Siregar, M.M. merupakan politikus senior Indonesia dari Partai Demokrat.
Dia lahir di Pematangsiantar pada 13 September 1957 dan meninggal dunia di Bogor pada 19 November 2016.
Sutan Bhatoegana Siregar dikenal luas sebagai salah satu tokoh penting sekaligus pendiri Partai Demokrat yang sukses menembus parlemen nasional.
Di ranah publik, sosoknya sangat melekat di ingatan masyarakat berkat gaya bicaranya yang eksentrik, humoris, serta istilah-istilah unik yang sering ia lontarkan saat diwawancarai, seperti jargon "ngeri-ngeri sedap" dan kebiasaan menyapa kolega lewat "Tahajud Call".Karier legislatifnya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) berlangsung selama dua periode, yaitu periode 2004–2009 dan 2009–2014 mewakili daerah pemilihan Sumatera Utara I.
Puncak jabatan politiknya di Senayan tercapai ketika dia dipercaya menjadi Ketua Komisi VII DPR RI yang membidangi energi, sumber daya mineral, riset dan teknologi, serta lingkungan hidup.
Sebelum sepenuhnya terjun ke dunia politik pada tahun 2001, Sutan memiliki latar belakang pendidikan teknik dan sempat menduduki berbagai posisi strategis sebagai profesional di sektor swasta, mulai dari field engineer hingga menjabat Vice President di perusahaan teknik.
Menjelang akhir masa jabatannya di DPR, kiprah politik Sutan terjegal oleh kasus hukum setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap penetapan APBN-P tahun 2013 di Kementerian ESDM.
Dia divonis hukuman penjara yang kemudian diperberat oleh Mahkamah Agung menjadi 12 tahun kurungan.
Di tengah masa penahanannya di Lapas Sukamiskin, kondisi kesehatannya terus menurun drastis akibat penyakit kanker hati.
Sutan Bhatoegana menghembuskan napas terakhirnya pada usia 59 tahun saat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bogor Medical Center (BMC).***