POSMETRO MEDAN- AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H., seorang perwira menengah Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kini menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Samosir.
AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan resmi mengemban amanat itu sejak awal Januari 2026.
Dia menggantikan pejabat sebelumnya, AKBP Rina Frillya, S.I.K., melalui prosesi serah terima jabatan dan tradisi farewell parade di Mapolres Samosir.
Penunjukan dirinya sebagai pimpinan tertinggi kepolisian di wilayah hukum Kabupaten Samosir merupakan bagian dari komitmen Korps Bhayangkara dalam mendorong kesetaraan gender serta memperluas ruang kepemimpinan bagi perwira wanita (Polwan) berprestasi.
Sebelum dipercaya memimpin Polres Samosir, lulusan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) ini telah membangun rekam jejak karier yang cemerlang di lingkup domestik maupun internasional.
AKBP Rina Tarigan,seperti terungkap dalam sebuah postingan anonim facebook @Sumut Indah yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Jumat 17 Juli 2026, memiliki pengalaman penugasan internasional yang kuat dengan sempat bertugas di organisasi polisi antarpemerintah (Interpol) serta kerap mewakili delegasi Indonesia dalam berbagai konferensi tingkat global.
Di kancah kepolisian wilayah Sumatera Utara, dia juga sempat mematangkan kemampuan teritorial dan operasionalnya saat dipercaya memegang tongkat komando kepemimpinan sebagai Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polresta Deli Serdang.
Dalam pola kepemimpinannya di Pulau Samosir, AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan dikenal sebagai sosok pimpinan yang humanis, edukatif, namun tetap bersikap tegas dalam penegakan hukum demi mengawal kondusivitas wilayah.
Mengingat karakteristik geografis Samosir sebagai destinasi wisata internasional utama, ia menerapkan strategi penguatan pelayanan masyarakat secara optimal pada akhir pekan serta proaktif membuka ruang komunikasi berjenjang bagi anggotanya.
Polwan bermarga Tarigan ini juga berkomitmen menjaga kelestarian kearifan lokal melalui janjinya untuk terus mendalami adat istiadat kebudayaan Batak Toba demi menciptakan pendekatan persuasif yang harmonis bersama seluruh elemen masyarakat.***