POSMETRO MEDAN- Namanya Pujopeno. Tapi orang-orang mengenalnya sebagai Pono Geneng.
Dia seorang tukang becak di Yogyakarta yang sering membawa muatan sayuran dari dari daerah Geneng sehingga digelar sebagai Pono Geneng.
Suatu hari di tahun 1992 dia menemukan sebuah tas di pinggiran jalan di daerah Prawirotaman, Yogyakarta.
Alangkah terkejutnya Pono Geneng ketika membuka tas itu, ternyata isinya uang dolar.
Tanpa tahu harus berbuat apa, Pono kemudian pulang ke rumah dan menceritakan kepada ibunya.
Oleh ibunya tas itu disuruh dikembalikan ke pemiliknya.
Pono,--seperti dirangkum dari sebuah postingan anonim facebook @Ahmad nursodiq yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Rabu 29 Juli 2026-- sempat membantah ibunya dengan mengatakan uang temuannya banyak sekali dan bisa mengubah hidup keluarga mereka, termasuk beli rumah dan lainnya.
"Harga mobil carry ketika itu cuma Rp 14 juta," kata Pono setelah tahu uang di tas itu setara Rp 42 miliar.
Tapi ibunya tetap menyuruhnya mengembalikan tas itu karena bukan miliknya.
"Nek mbok tukoke mobil malah bablas, piye malah medeni," ujar Bu Giyem ibunya seperti ditirukan Pono.