POSMETRO MEDAN- Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Samosir kini dijabat AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H., seorang perwira menengah Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang resmi mengemban amanat itu sejak awal Januari 2026.
Ia menggantikan pejabat sebelumnya, AKBP Rina Frillya, S.I.K melalui prosesi serah terima jabatan dan tradisi farewell parade di Mapolres Samosir.
Penunjukan dirinya sebagai pimpinan tertinggi kepolisian di wilayah hukum Kabupaten Samosir merupakan bagian dari komitmen Korps Bhayangkara dalam mendorong kesetaraan gender serta memperluas ruang kepemimpinan bagi perwira wanita (Polwan) berprestasi.
Sebelum dipercaya memimpin Polres Samosir, lulusan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) ini telah membangun rekam jejak karier yang cemerlang di lingkup domestik maupun internasional.
AKBP Rina Tarigan, --seperti disarikan dari sebuah postingan anonim facebook @sumut indah yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Minggu, 2 Agustus 2026 -- memiliki pengalaman penugasan internasional yang kuat dengan sempat bertugas di organisasi polisi antarpemerintah (Interpol) serta kerap mewakili delegasi Indonesia dalam berbagai konferensi tingkat global.
Di kancah kepolisian wilayah Sumatera Utara, ia juga sempat mematangkan kemampuan teritorial dan operasionalnya saat dipercaya memegang tongkat komando kepemimpinan sebagai Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polresta Deli Serdang.
Dalam pola kepemimpinannya di Pulau Samosir, AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan dikenal sebagai sosok pimpinan yang humanis, edukatif, namun tetap bersikap tegas dalam penegakan hukum demi mengawal kondusifitas wilayah.
Mengingat karakteristik geografis Samosir sebagai destinasi wisata internasional utama, dia menerapkan strategi penguatan pelayanan masyarakat secara optimal pada akhir pekan serta proaktif membuka ruang komunikasi berjenjang bagi anggotanya.
Polwan bermarga Tarigan ini juga berkomitmen menjaga kelestarian kearifan lokal melalui janjinya untuk terus mendalami adat istiadat kebudayaan Batak Toba demi menciptakan pendekatan persuasif yang harmonis bersama seluruh elemen publik.***