POSMETRO MEDAN- Saat nama MarissaHutabarat viral beberapa tahun lalu, banyak orang di Indonesia merasa bangga.
Seorang perempuan berdarah Batak berhasil menjadi hakim di Amerika Serikat.
Berita itu dibagikan ribuan kali, terutama di kalangan masyarakat pelbagai suku.
Namun setelah euforia itu berlalu, muncul pertanyaan yang jauh lebih menarik. Bagaimana sebenarnya seseorang bisa menjadi hakim di Amerika?
Apakah cukup pintar?Cukup memiliki gelar hukum?Atau ada jalan panjang yang harus ditempuh?Jawabannya mungkin tidak seperti yang dibayangkan banyak orang.
MarissaHutabarat, --seperti dikutip dari sebuah postingan anonim facebook @TaputHebat yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Minggu 9 Agustus 2026-- memang terlahir di Amerika Serikat. Sejak kecil dia tumbuh di lingkungan yang menghargai pendidikan.
Setelah menyelesaikan kuliah psikologi, dia tidak berhenti belajar.
Dia melanjutkan pendidikan ke sekolah hukum dan memperoleh gelar Juris Doctor, bekal utama untuk memasuki dunia hukum Amerika.
Tetapi lulus sekolah hukum ternyata baru langkah pertama.
Ia tidak langsung duduk di kursi hakim.